kabar

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

18 Juni 2018 10:35

Sekitar 300 meter dari Bab Malik Abdul Aziz, pintu masuk Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, berdiri angkuh Menara Zamzam dengan jam raksasa di puncaknya. 

Di dalamnya terdapat Hotel Pullman dan pusat belanja Abraj. Belum lagi hotel bertebaran mengungkungi sekitar Masjid Al-Haram, seperti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari Kota Makkah.

Karena itu, sudah lazim menjumpai banyak jamaah pulang bertawaf atau salat berjamaah sudah menenteng belanjaan. Tentu saja itu tidak keliru. 

Tapi membangun gedung-gedung pencakar langit melebihi tinggi Kabah dianggap sebagian pihak sebagai sesuatu tidak pantas. 

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda. 

Modernisasi Makkah ini tentu saja telah mengurangi kesakralan Makkah. Padahal atmosfer kesucian itu perlu dijaga agar orang-orang datang ke Masjid Al-Haram untuk salat dan tawaf, bisa khusyuk beribadah. 

Sudah banyak orang merasakan ketidaksakralan Makkah itu. Mereka membandingkan pengalaman berhaji atau berumrah saat modernisasi belum mengoyak kota suci tersebut dengan saat berhaji atau berumrah setelah hotel dan mal menjamur di sekitar Kabah. 

Seorang diplomat Indonesia bercerita dia tahun lalu melaksanakan umrah setelah berhaji 27 tahun lalu. "Saya pun punya perasaaan sama. Dibanding waktu naik haji dulu, suasana di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi sudah kehilangan ghirah ritualnya," katanya kepada Albalad.co melalui WhatsApp. 

Dia bilang kehadiran mal dan pertokoan di sekeliling dua masjid paling disucikan itu telah membuyarkan konsentrasi dan kekhusyukan beribadah. "Modernisasi di Makkah dan Madinah memicu tumbuhnya konsumerisme," ujarnya. 

Dihubungi secara terpisah, seorang pejabat Malaysia berkomentar serupa. "Makkah tidak lagi berasa kota suci tapi sudah menjelma bagai taman batu," tuturnya. 

Belum lagi perilaku jamaah. Berfoto selfie, merekam video, memotret, dan siaran langsung lewat Facebook makin merusak konsentrasi orang beribadah. 

Radius tertentu dari Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi mestinya bebas dari modernisasi. Ini demi menjaga kesakralan dan bangunan sejarah peninggalan Nabi Muhammad.

Sungguh ironis memang, Arab Saudi mengklaim paling berhak mengurus Makkah dan Madinah, malah telah merusak kesakralan dua kota suci itu. 

Syekh Bandar Abdul Aziz Balila, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tangkap satu lagi imam Masjid Al-Haram

Alhasil, sudah dua imam Masjid Al-Haram ditahan setelah Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib dibekuk bulan lalu.

Imam Masjid Al-Haram Syekh Faisal bin Jamil al-Ghazawi. (Twitter)

Satu lagi imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah

Sudah dua imam Masjid Al-Haram dilarang berdakwah dan satu lagi ditahan.

Syekh Khalid bin Ali al-Ghamdi, salah satu imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi larang imam Masjid Al-Haram berdakwah

Arab Saudi bulan lalu menangkap Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, juga salah satu imam Masjid Al-Haram.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

MUI kutuk penangkapan imam Masjid Al-Haram

"Tidak sedikit ulama atau tokoh menghindar untuk menyuarakan kebenaran ini karena takut menerima risiko," ujar Muhyiddin.





comments powered by Disqus