kabar

KJRI Jeddah sewa pengacara buat ungkap pembunuh warga Indonesia

Pembunuhan terhadap Enok binti Empan Hasan terjadi pada 4 Desember 2016 di Distrik Al-Wurud, Jeddah. Hingga kini pelaku belum diketahui.

03 Juli 2018 17:50

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, kembali mengerahkan pengacara untuk mendalami kasus pembunuhan warga negara Indonesia bernama Enok binti Empan Hasan.

Pembunuhan ini terjadi pada 4 Desember 2016 di Distrik Al-Wurud, Jeddah, dan masih menyisakan misteri. Identitas pembunuh perempuan asal Karawang, Jawa Barat, itu sampai sekarang belum diketahui.
 
Untuk menelusuri kasus tersebut, KJRI Jeddah menunjuk kantor pengacara Turki Abdullah al-Hamid beralamat di Jalan Pangeran Sultan, Distrik Al-Khalidiyah District, Jeddah," seperti dilansir dalam siaran pers KJRI Jeddah diterima Albalad.co hari ini.

"Hingga saat ini pihak berwenang belum berhasil mengungkap siapa pelakunya," kata Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Mohamad Hery Saripudin. "Korban tidak berdokumen resmi dan bekerja bukan pada majikan asli, makanya kami putuskan sewa pengacara."

Penandatanganan kontrak sewa pengacara senilai 60 ribu riyal ini dilakukan kemarin di ruang rapat KJRI Jeddah dan disaksikan oleh seluruf staf Fungsi Konsuler KJRI Jeddah. Dari kantor pengacara hadir adalah Turki Abdullah al-Hamid dan Ismail Muhammad Ali.

Sesuai kontrak, pengacara ditunjuk berkewajiban menyampaikan semua informasi dan dokumen diperlukan dalam penanganan perkara, mengikuti seluruh sidang, menyampaikan memorandum dengan menjelaskan dasar-dasar dan perspektif hukum menjadi rujukan dalam penuntutan.

Pengacara juga harus mendampingi pemerintah Indonesia dalam melakukan negosiasi terkait adanya tuntutan sebelum kasus hukum terjadi diajukan ke pengadilan setempat. Sesuai kesepakatan, pengacara bersedia memberikan nasihat-nasihat atau pendapat hukum kepada pemerintah Indonesia selaku klien dari sisi hukum dan peraturan-peraturan berlaku di Arab Saudi.

Pengacara ditunjuk wajib pula bekerja maksimal melakukan litigasi dan semua hal dibutuhkan dalam penanganan perkara, sesuai kaidah-kaidah hukum di negara setempat.

Mantan Presiden Mesir Muhmmad Mursi. (MidEast Posts)

Jasad Mursi dikubur diam-diam di Nasr City

Pihak keamanan menolak mengizinkan Mursi dimakamkan di pekuburan keluarga di kampung halamannya, Provinsi Syarqiyah.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.

Warga Indonesia dipulangkan dari Arab Saudi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Jeddah. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah bantu pemulangan 7.783 warga Indonesia melanggar izin tinggal

Pendatang tidak berdokumen itu terdiri dari 2.199 lelaki, 4.872 perempuan, dan 712 anak.

Halimah Sudin, warga Indonesia dirawat di Rumah Sakit Universitas Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. KJRI jeddahmengurus perempuan ditemukan diparkiran rumah sakit itu pada 6 September. dan dipulangkan pada 23 September 2018. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah urus warga Indonesia ditemukan terkapar di parkiran rumah sakit

Halimah berstatus pendatang ilegal. Dia masuk ke Arab Saudi pada 2006, kemudian menetap dan bekerja secara tidak sah.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Jasad Mursi dikubur diam-diam di Nasr City

Pihak keamanan menolak mengizinkan Mursi dimakamkan di pekuburan keluarga di kampung halamannya, Provinsi Syarqiyah.

18 Juni 2019

TERSOHOR