kabar

KJRI Jeddah tranfer uang diyat Rp 547 juta kepada ahli waris

Tarwati Tarya Cuhati tewas dalam kecelakaan lalu lintas di daerah Tatslit, Provinsi Asir, pada 30 Juli 2014.

05 Juli 2018 14:26

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, kembali mentransfer uang diyat (uang darah) sebesar 150 ribu riyal atau senilai Rp 547.500.000 kepada ahli waris mendiang Tarwati Tarya Cuhati.

Uang diyat dibayarkan dalam bentuk cek dan dicairkan dari Bank Al-Rajhi di Jeddah pada 28 Juni 2018. Fulus ini kemudian ditransfer Selasa lalu melalui National Commercial Bank (NCB) di Jeddah ke rekening ahli waris korban berinisial J dengan nomor 068050xxxx di Bank Nasional Indonesia (BNI), seperti dilansir Jeddah dalam siaran pers diterima Albalad.co kemarin.

"Majikan almarhumah selaku pihak terdakwa baru bisa mengumpulkan uang pada November 2017. Duit (diyat) ini dia simpan dalam bentuk cek di Bank Al-Rajhi," ujar Safaat Ghafur, Pelaksana Fungsi Konsuler sekaligus Koordinator Pelayanan  dan Perlindungan Warga di KJRI Jeddah

Perempuan asal Sumedang, Jawa Barat, itu mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Tatslit, Provinsi Asir, pada 30 Juli 2014. Mobil dia tumpangi dan dikemudikan majikan warga Saudi, terguling.

Hasil olah tempat kejadian oleh Kepolisian Kota Tatslits menyimpulkan majikan selaku pengemudi bersalah seratus persen dalam kecelakaan tunggal tersebut.

Setelah berkomunikasi dengan pihak keluarga, KJRI Jeddah menerima dokumen fatwa waris dan surat kuasa dari ahli waris pada 25 Oktober 2015. Dokumen ini kemudian dilegalisasi untuk melengkapi berkas diperlukan untuk pengajuan tuntutan ke mahkamah.

"Kami menugaskan staf khusus untuk menangani kasus ini supaya dia bisa ikuti terus perkembangannya. Kasus diyat biasanya butuh waktu karena harus melalui beberapa kali sidang," ujar Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Mohamad Hery Saripudin. "Kadang terdakwa tidak bisa langsung bayar. Dia butuh waktu untuk kumpulin dana cukup besar."

KJRI Jeddah lalu mengajukan tuntutan ke Mahkamah Umum Al-Kharj, Provinsi Riyadh, lantaran terdakwa berdomisili di daerah itu.

Dalam sidang terakhir pada 27 Juli 2016, ketua majelis hakim Syekh Umar Muhammad asy-Syumani memutuskan terdakwa diwajibkan membayar uang diyat sebesar 150 ribu riyal. Sidang ini dihadiri oleh perwakilan dari KJRI Jeddah selaku pihak penuntut bertindak atas nama ahli waris korban.

Uang diyat dalam bentuk cek baru diserahterimakan pada 22 Januari 2018 di Mahkamah Umum Al-Kharj.

KJRI Jeddah bulan lalu juga telah mentransfer uang senilai Rp 851.180.000 atas nama dua pekerja migran Indonesia meninggal. Uang tersebut dikirim masing-masing pada 13 Juni (uang diyat) sebesar Rp 547.500.000 dan pada 26 Juni (uang gaji serta uang duka senilai Rp 303.680.000.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi berencana terbitkan visa elektronik buat jamaah umrah

Kementerian Haji dan Umrah akan mengeluarkan sepuluh juta visa buat umrah tahun ini.

Tim dari Konsuat Jenderal Republik Indonesia (KJRI)  di Kota Jeddah, Arab Saudi, menerima uang diyat dari keluarga pelaku. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil cairkan uang diyat senilai Rp 7 miliar

Menurut hukum Islam, diyat merupakan kompensasi atau ganti rugi berupa harta wajib dibayarkan akibat tindakan menghilangkan nyawa orang lain atau tindak kekerasan lain menyebabkan orang meninggal.

Kuasa Usaha Sementara Indonesia untuk Suriah Didi Wahyudi pada Jumat, 28 Agustus 2015, melepas 13 tenaga kerja perempuan akan dipulangkan ke Indonesia. (KBRI Damaskus buat Albalad.co)

KJRI Jeddah berhasil dapatkan uang diyat bagi keluarga warga Indonesia dibunuh

Pihak majikan sepakat untuk memenuhi hak korban senilai 200 ribu riyal, meliput uang diyat syari sebesar 55 ribu riyal, sisa gaji almarhumah belum dibayar 32.400 riyal, dan santunan senilai 112.600 riyal.





comments powered by Disqus