kabar

Ibunya Kevin: Saya berterima kasih dokter Israel telah selamatkan nyawa anak saya

"Saya sangat berterima kasih kepada dokter-dokter Israel karena telah menyelamatkan nyawa putra saya," ujar Sriyanti.

08 Juli 2018 22:07

Bagi seorang ibu, keselamatan dan kebahagiaan anak adalah segalanya. Inilah diperjuangkan Sriyanti, perempuan asal Cirebon, Jawa Barat, untuk mengobati putranya, Kevin, mengalami kelainan jantung sejak dilahirkan.

Kevin juga mengalami bibir sumbing bagian atas bawah serta matanya tidak tahan sinar matahari kalau berada di luar ruangan. Dengan cacat bawaan itu, anak lelaki ini jarang keluar rumah.

Sriyanti sudah mengupayakan kesembuhan Kevin, namun tidak ada hasil. "Saya merasa sedih karena di negara sendiri tidak dilindungi, malah anak saya diselamatkan sama negara lain," kata Sriyanti saat dihubungi oleh Albalad.co melalui telepon selulernya hari ini.

Hingga akhirnya dia mendapat kabar untuk mengobati anaknya itu di Israel, negara tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia dan mendapat cap buruk dari masyarakat muslim internasional karena membunuh, menangkap, menculik, serta merampas rumah dan tanah milik bangsa Palestina.

Dia pun sadar soal stigma buruk Israel, termasuk dari sebagian besar kaum muslim di Indonesia. Tapi dia nekat mencari kesembuhan bagi Kevin hingga ke negara Bintang Daud itu.

Sriyanti kemudian menghubungi Save A Child's Heart (SACH), lembaga nirlaba asal Israel pada Senin pekan lalu menerima penghargaan UN Population Award atas misi kemanusiaan telah mereka lakoni, sejak organisasi ini dibentuk pada 1990-an.

Pada Oktober 2010, Sriyanti bareng Kevin mendarat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, ketika anaknya itu baru berumur sebelas bulan. Selama di sana, keduanya tinggal bersama orang tua dan pasien dari beragam negara dibantu oleh SACH. Akomodasi dan makan minum bagi mereka gratis.   

Tempat tinggal pasien ini tidak jauh dari Wolfson Medical Center, tempat Kevin menjalani operasi jantung. Menurut Direktur Eksekutif SACH Simon Fisher, Kevin menjalani operasi pertamanya di Israel pada 3 Januari 2011, dilakoni oleh tim dokter dipimpin Dr. Lior Sasson. Dua hari kemudian, dia menjalani pemasangan katerisasi di jantungnya. Operasi ini dilakukan oleh Dr. Akiva Tamir dan timnya.

Untuk memperbaiki bibir sumbingnya, lanjut Fisher, Kevin dirujuk ke Soroka Medical Center di Beersheba, selatan Israel. Operasi itu dilakukan dua kali pada 22 Mei dan Juli 2011. Seluruh biaya ditanggung oleh SACH.

Setelah selesai masa pemulihan, Kevin sudah bisa berbicara dan pertumbuhan fisiknya berjalan normal. "Dia mulai belajar untuk makan dan menikmati es krim," tutur Fisher.

Operasi terakhir terhadap jantung Kevin dilakoni pada Desember 2011 di Wolfson Medical Center. Sampai akhirnya dia bisa menjalani hidup normal sampai saat ini. "Saya sangat berterima kasih kepada dokter-dokter Israel karena telah menyelamatkan nyawa putra saya," ujar Sriyanti.

Dia mengaku tidak akan pernah bisa melupakan kebaikan tim dokter Israel. Dia juga terkesan dengan kebaikan dari para relawan SACH.

Peserta program pendidikan pertanian di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel. (aicat-arava.com)

52 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel

Mereka belajar selama sepuluh bulan dan lulus Juni lalu.

Kevin, anak penderita kelainan jantung asal Indonesia, berhasil diselamatkan nyawa oleh tim dokter di Israel pada 2011. (SACH buat Albalad.co)

Dokter Israel selamatkan nyawa anak penderita kelainan jantung asal Indonesia

Dengan bantuan dari AJC (Komite Yahudi Amerika) - bulan lalu mengundang Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf ke Israel - dan maskapai Turkish Airlines, Kevin diterbangkan ke negara Zionis itu.

Kiri ke kanan: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib, Duta besar Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dan Menteri Luar negeri Palestina Riyad al-Maliki saat menggelar jumpa pers di hari pertama konferensi soal Yerusalem di Jakarta, 14 Desember 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel dan Indonesia saling cabut larangan berkunjung

Meski tidak memiliki hubungan diplomatik, hubungan dagang dan lalu lintas antara kedua negara berjalan lancar.

Misi Save a Child's Heart (SACH), lembaga nirlaba asal Israel, dalam menolong anak-anak penderita jantung di Tanzania pada Januari 2018. (SACH)

Selamatkan jantung ribuan anak di dunia, lembaga nirlaba Israel dapat penghargaan PBB

SACH dibentuk pada 1995 di Wolfson Medical Center di Holon, Israel. Organisasi ini telah menolong lebih dari 4.700 anak di 57 negara.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Tiga negara Arab Teluk pakai virus komputer bikinan Israel buat mata-matai warganya

Ada enam operator secara luas menggunakan Pegasus di kawasan Arab Teluk, termasuk dua operator di UEA dan masing-masing satu operator di Arab Saudi serta Bahrain.

23 September 2018

TERSOHOR