kabar

Perempuan Turki didakwa beri fulus dan parfum ke Hamas

Shin Beth bilang Ebru sudah masuk dalam daftar pengawasan Israel selama setahun terakhir.

09 Juli 2018 11:02

Jaksa militer Israel dalam sidang di pengadilan militer kemarin mendakwa Ebru Ozkan, perempuan asal Turki, memberikan fulus dan minyak wangi kepada Hamas, kelompok pejuang Palestina dicap organisasi teroris oleh Israel.

Perempuan 27 tahun itu ditangkap pada 11 Juni lalu di Bandar Udara Ben Gurion, Ibu Kota Tel Aviv, Israel, saat akan naik pesawat tujuan Turki sehabis pelesiran tiga hari di negara Zionis itu. 

Setelah menjalani interogasi berjam-jam, Ebru akhirnya ditahan. Dua pekan pertama dia tidak boleh ditemui keluarga dan pengacara. Hingga kini, dia tidak dibolehkan berbicara kepada keluarganya, namun sudah diizinkan bertemu kuasa hukumnya. 

Dalam sidang, jaksa bilang dakwaan pertama adalah Ebru memberikan lima botol minyak wangi kepada seorang anggota Hamas ketika dia berkunjung ke Israel pada 2016.

Ebru juga didakwa memberikan alat pengisian baterai telepon seluler kepada seorang anggota Hamas di Tepi Barat meski dia tidak pernah bertemu orang dimaksud. Alat pengisi baterai itu diberikan oleh koleganya di lembaga penelitian di Turki.

Dakwaan ketiga, Ebru memberikan fulus US$ 500 kepada seorang anggota Hamas dalam lawatan ke Israel pada 2017. Dia dituduh pula menerima uang US$ 100 untuk dirinya dan US$ 1 ribu buat biaya perjalanannya ke negara Bintang Daud itu.

Umar Khamaysa, pengacara Ebru, mengungkapkan proses pemeriksaan terhadap kliennya dilakukan dalam bahasa Arab walau Ebru tidak fasih. "Hasil pemeriksaan dalam bahasa Arab itu diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dan berbeda dengan keterangan diberikan oleh Ebru," ujarnya.

Seorang pejabat Shin Beth (dinas rahasia dalam negeri Israel) mengungkapkan kepada Haaretz, Ebru membahayakan keamanan Israel. Dia sudah masuk dalam daftar pengawasan selama setahun terakhir. 

Pegasus, virus telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Tiga negara Arab Teluk pakai virus komputer bikinan Israel buat mata-matai warganya

Ada enam operator secara luas menggunakan Pegasus di kawasan Arab Teluk, termasuk dua operator di UEA dan masing-masing satu operator di Arab Saudi serta Bahrain.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

Kelompok bersenjata serang parade militer Iran, 25 orang tewas

Pada 7 Juni tahun lalu, ISIS mengklaim serangan terhadap gedung parlemen dan makam Imam Khomeini, menewaskan 18 orang dan mencederai lebih dari 50 lainnya.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Sidang lanjutan atas Syekh Salman al-Audah digelar awal bulan depan

Syekh Salman dan dua ulama ternama lainnya, Syekh Awad al-Qarni dan Syekh Ali al-Umari telah dituntut hukuman mati.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah umrah boleh pelesiran ke kota-kota lain di Arab Saudi

Jumlah jamaah umrah hingga akhir Syawal lalu mencapai 8,5 juta orang.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Tiga negara Arab Teluk pakai virus komputer bikinan Israel buat mata-matai warganya

Ada enam operator secara luas menggunakan Pegasus di kawasan Arab Teluk, termasuk dua operator di UEA dan masing-masing satu operator di Arab Saudi serta Bahrain.

23 September 2018

TERSOHOR