kabar

Arab Saudi masih tahan selusin pangeran di Penjara Al-Hayar

Mereka menolak menyerahkan sebagian harta mereka sebagai syarat pembebasan.

23 Juli 2018 15:18

Arab Saudi masih menahan puluhan orang dituding korupsi di penjara superketat Al-Hayar, berjarak sekitar 38 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Riyadh.

Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana bilang mereka masih mendekam dalam penjara Al-Hayar, termasuk 12-18 pangeran senior dan yunior. "Mereka berasal dari keluarga mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz, keluarga mendiang Putera Mahkota Pangeran Sultan bin Abdul Aziz, dan mendiang Putera Mahkota Pangeran Nayif bin Abdul Aziz," katanya melalui WhatsApp.

Dia menambahkan para pangeran itu dikirim dari Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh, tempat penahanan awal orang-orang dituding terlibat korupsi, ke Penjara Al-Hayar karena menolak menyerahkan sebagian harta mereka sebagai syarat pembebasan.

Menurut sumber itu, meski banyak pangeran sudah dilepaskan, termasuk pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dan Pangeran Mutaib bin Abdullah, anak mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz sekaligus mantan komandan Garda Nasional, mereka tidak bisa hidup bebas.

Mereka dikenai status tahanan rumah, tidak boleh keluar negeri, dan dipakaikan gelang penyadap di kaki mereka.  

Arab Saudi melakukan penangkapan besar-besaran selama November 2017-Januari 2018, atas perintah Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman juga menjabat ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka dibekuk saat itu berjumlah 201 orang, terdiri dari lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat.

Penangkapan besar-besaran dengan dalih korupsi itu dianggap sebagai upaya Pangeran Muhammad bin Salman untuk membungkam para pesaingnya menuju singgasana.   

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Janda Khashoggi gugat Bin Salman di pengadilan Amerika

Cengiz menuntut pertanggungjawaban Bin Salman dan orang-orang suruhannya atas penculikan, penyiksaan, pembunuhan, mutilasi, dan penghilangan potongan tubuh Khashoggi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Ulama Saudi diracuni dalam penjara

Syekh Muhammad bin Dalim al-Qahtani diracuni setelah memprotes kepada Bin Salman soal perlakuan buruk dia terima dalam penjara.

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.





comments powered by Disqus