kabar

Ahli arkeologi peringatkan Tembok Ratapan bisa ambruk kapan saja

Sebongkah batu Tembok Ratapan ambruk kemarin pagi beratnya sekitar seratus kilogram.

24 Juli 2018 08:25

Ahli arkeologi Zachi Dvira kemarin memperingatkan seluruh bagian Tembok Ratapan bisa ambruk kapan saja.

Kesimpulan ini dia sampaikan kepada the Times of Israel setelah kemarin sore mengunjungi bagian Tembok Ratapan yang batunya lepas. Karena itu dia meminta tidak ada lagi peziarah datang hingga renovasi dilakukan terhadap tempat paling disucikan oleh kaum Yahudi sejagat itu.  

Dia meyakini bongkahan batu lainnya dapat jatuh kapan pun karena banyak rekahan di Tembok Ratapan. "Batu Tembok Ratapan dapat jatuh menimpa kepala peziarah," kata Dvira.

Dia menambahkan batu Tembok Ratapan jatuh Senin pagi lalu itu terdiri dari dua bagian. "Satu bagian dimakan oleh kelembaban dan sebagian lagi karena ada akar tanaman tumbuh di rekahan," kata kepala Proyek Investigasi Tembok Ratapan ini.

Sebongkah batu Tembok Ratapan jatuh Senin pagi, hanya beberapa meter dari seorang perempuan Yahudi tengah berdoa di sana. Wanita bernama Daniella Goldberg ini pun langsung meninggalkan Tembok Ratapan dalam keadaan panik. Radio Israel melaporkan batu Tembok Ratapan yang jatuh itu beratnya sekitar seratus kilogram.

"Saya tidak mendengar bunyi apapun sampai batu besar itu jatuh di dekat kaki saya," kata perempuan 79 tahun itu. Dia bilang dia biasa berdoa di sana saban pagi.

Kepada stasiun televisi Hadashot TV, Daniella mengaku tadinya berusaha untuk tidak panik. Namun dia akhirnya ketakutan dan menghentikan doanya.

Sebuah penelitian pada 2004 menyebutkan sebagian Tembok Ratapan mengalami erosi seratus kali lebih cepat dari bagian lainnya.

Jatuhnya bongkahan batu Tembok Ratapan ini terjadi sehari setelah puuhan ribu umat Yahudi berkumpul di sana pada Sabtu dan Ahad malam lalu untuk hari suci Tisha B'Av, memperingati kehancuran Kuil Suci kedua di Yerusalem.

Muhsin Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir Iran dibunuh pada 27 November 2020 di Absar, kota kecil berjarak sekitar 40 kilometer sebelah timur Ibu Kota Teheran, Iran. (Courtesy)

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

Mahyor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Netanyahu dan Bin Salman sepakat Raja Salman penghalang normalisasi hubungan Saudi-Israel

Kerjasama Saudi-Israel untuk menghadapi Iran dan di bidang perdagangan bakal meningkat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu melawat ke UEA dan Bahrain bulan depan

Bahrain telah meminta Netanyahu menunda kunjungannya karena ingin lawatan itu sekalian dengan ke UEA.

Daniella Goldberg, 79 tahun, selamat dari sebongkah batu tembok Ratapan jatuh pada 23 Juli 2018. (Screenshot Hadashot TV)

Demi keamanan, peziarah Yahudi diminta berdoa lima meter dari Tembok Ratapan

"Seluruh bagian Tembok Ratapan adalah zona berbahaya. Batunya bisa jatuh kapan saja," ujar Dvira.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Mossad kembali bunuh ilmuwan nuklir Iran

Sejak 2010, Mossad sudah mulai menyasar ilmuwan nuklir Iran dan sampai sekarang sudah enam ahli nuklir negara Mullah itu tewas di tangan Mossad, termasuk Fakhrizadeh.

28 November 2020

TERSOHOR