kabar

Demi keamanan, peziarah Yahudi diminta berdoa lima meter dari Tembok Ratapan

"Seluruh bagian Tembok Ratapan adalah zona berbahaya. Batunya bisa jatuh kapan saja," ujar Dvira.

26 Juli 2018 11:25

Jatuhnya sebongkah batu besar Tembok Ratapan Senin lalu memicu kecemasan banyak pihak. Mereka khawatir insiden serupa bisa terjadi kapan saja.

Karena itu, ahli arkeologi Zachi Dvira meminta para peziarah Yahudi untuk berdoa atau bersembahyang di Tembok Ratapan dalam jarak aman. 

"Mereka mesti berdoa atau bersembahyang dalam jarak lima meter," kata Dvira dalam wawancara khusus dengan Albalad.co kemarin. Dia menambahkan agar peziarah tertib dan tetap dalam jarak aman, pihak berwenang harus memasang pagar dalam radius lima meter dari Tembok Ratapan. 

Sebongkah batu Tembok Ratapan seberat seratus kilogram jatuh Senin pagi lalu, hanya beberapa meter dari Daniella Goldberg tengah berdoa. Perempuan 79 tahun ini pergi dalam keadaan panik. 

Menurut Dvira, pemerintah harus segera merenovasi rekahan-rekahan ada di Tembok Ratapan. "Seluruh bagian Tembok Ratapan adalah zona berbahaya. Batunya bisa jatuh kapan saja," ujarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

UEA jadi negara Arab ketiga teken perjanjian damai dengan Israel

Tanda-tanda kemesraan secara terbuka UEA-Israel terlihat tahun ini.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.569 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 293.037 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah bertambah menjadi 29.777 orang, termasuk 572 meninggal.

Daniella Goldberg, 79 tahun, selamat dari sebongkah batu tembok Ratapan jatuh pada 23 Juli 2018. (Screenshot Hadashot TV)

Ahli arkeologi peringatkan Tembok Ratapan bisa ambruk kapan saja

Sebongkah batu Tembok Ratapan ambruk kemarin pagi beratnya sekitar seratus kilogram.





comments powered by Disqus