kabar

Arab Saudi bekukan hubungan dagang dan investasi dengan Kanada

Duta besar Kanada untuk Saudi sudah ditetapkan sebagai persona non grata. Karena itu, dia mesti meninggalkan Arab Saudi dalam 24 jam.

06 Agustus 2018 12:45

Arab Saudi membatalkan hubungan dagang dan investasi dengan Kanada setelah negara Amerika Utara itu menuntut Saudi segera membebaskan semua aktivis ditahan. 

Melalui keterangan tertulis pagi hari ini, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebutkan duta besar Kanada untuk Saudi sudah ditetapkan sebagai persona non grata. Karena itu, dia mesti meninggalkan Arab Saudi dalam 24 jam.

Riyadh juga memanggil pulang duta besarnya dari Kanada. 

Keputusan Arab Saudi sebagai reaksi atas campur tangan Kanada terhadap masalah dalam negeri mereka.

"Pernyataan negatif dan mengagetkan oleh menteri luar negeri Kanada tidak kredibel dan tak berdasarkan fakta," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni tahun lalu, Arab Saudi getol menangkapi aktivis, wartawan, akademisi, dan ulama dianggap menentang penguasa. 

 

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu lari bersembunyi saat dengar sirene tanda roket datang dari Gaza

Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba adalah tiga kota di wilayah selatan Israel menjadi langganan serangan roket dari Gaza.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.





comments powered by Disqus