kabar

Amerika berlakukan lagi sanksi ekonomi atas Iran

Iran baru menikmati pencabutan sanksi ekonomi sejak Januari 2016.

07 Agustus 2018 21:07

Presiden Amerika Serikat Donald Trump semalam waktu setempat menandatangani surat keputusan untuk menerapkan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran. 

Trump Mei lalu menyatakan mundur dari kesepakatan soal nuklir Iran dicapai pada pertengahan 2015 di Ibu Kota Wina, Austria. Dia menuding negara Mullah itu tidak mematuhi isi perjanjian. 

Trump menekankan dengan berlakunya sanksi itu, siapa saja berbisnis dengan Iran maka tidak dapat berbisnis dengan Amerika. 

Meski begitu, Trump tetap membuka peluang untuk merundingkan kembali isu penghentian program nuklir Iran. "Saya tetap membuka kesempatan untuk mencapai kesepakatan menyeluruh dengan Iran, termasuk soal program peluru kendali balistik dan songan iran atas terorisme," katanya.

Iran baru menikmati pencabutan sanksi ekonomi sejak Januari 2016.

Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Arab Saudi adili ulama tersohor secara rahasia

Arab Saudi menahan Syekh Salman dan Syekh Awad al-Qarni sejak September tahun lalu.

Pengungsi Palestina di Yordania. (Middle East Monitor)

Arab Saudi tolak beri visa haji bagi pengungsi Palestina di Yordania

Penolakan ini atas instruksi dari pemerintah Yordania.

Patung-patung bugil di Museum Capitoline di Ibu Kota Roma, Italia, dibungkus jelang pertemuan antara Perdana Menteri Italia Matteo renzi dan Presiden Iran Hasan Rouhani. (Corriere Della Sera)

Tolak minuman anggur, Rouhani batalkan makan siang dengan Hollande

Iran menolak sarapan bareng sebagai pengganti karena dianggap murahan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz menekan tombol dimulainya proyek perluasan ketiga Masjid Al-Haram di Kota Makkah. (SPA)

Raja Salman dukung keprihatinan Israel soal kesepakatan nuklir Iran

Raja Salman dan Netanyahu cemas perjanjian itu bakal membikin Iran kian kuat.





comments powered by Disqus