kabar

Arab Saudi segera pindahkan semua pasien dari Kanada

Saudi meradang setelah Ottawa mendesak Riyadh membebaskan semua aktivis ditahan.

08 Agustus 2018 10:51

Atase Kesehatan Arab Saudi di Amerika Serikat dan Kanada Dr Fahad bin Ibrahim at-Tamimi bilang negaranya akan segera memindahkan semua pasien Saudi dari rumah-rumah sakit di Kanada ke negara lain. 

Keputusan ini muncul di tengah memburuknya hubungan kedua negara. Arab Saudi telah memulangkan duta besarnya dari Kanada dan mengusir duta besar Kanada dari Saudi. 

Riyadh juga bakal memindahkan 8.076 mahasiswa Saudi dari Kanada untuk melanjytkan pendidikan di negara lain. Saudi juga telah menghentikan hubungan dagang dan investasi dengan Kanada.

Saudi meradang setelah Ottawa mendesak Riyadh membebaskan semua aktivis ditahan. 

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu lari bersembunyi saat dengar sirene tanda roket datang dari Gaza

Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba adalah tiga kota di wilayah selatan Israel menjadi langganan serangan roket dari Gaza.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.





comments powered by Disqus