kabar

Arab Saudi adili ulama tersohor secara rahasia

Arab Saudi menahan Syekh Salman dan Syekh Awad al-Qarni sejak September tahun lalu.

16 Agustus 2018 16:25

Arab Saudi hari ini menggelar pengadilan rahasia terhadap ulama tersohor Syekh Salman al-Audah. 

Abdullah al-Audah bilang ayahnya menelepon keluarga untuk memberitahu dia dipindah dari penjara di Kota Jeddah ke Penjara Al-Hayar di Ibu Kota Riyadh.

"Dia diadili tanpa kehadiran keluarga, lembaga pemantau independen, dan pengacara," kata Abdullah melalui akun Twitternya hari ini. 

Arab Saudi menahan Syekh Salman dan Syekh Awad al-Qarni sejak September tahun lalu. 

Syekh Salman dibekuk setelah menawarkan diri untuk menengahi permusuhan antara Arab Saudi dan Qatar. Dia dikabarkan sempat dirawat di rumah sakit, sehabis lima bulan mendekam dalam sel isolasi.

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni tahun lalu, Arab Saudi getol menangkapi ulama, aktivis, wartawan, dan akademisi dianggap menolak kebijakan penguasa.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Batal divonis, dua ulama tersohor Saudi menjalani sidang dari awal lagi

Syekh Salman bareng Syekh Awad dan Dr. Ali al-Umari sebelumnya telah dituntut hukuman mati dan tinggal menunggu putusan. 

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Pengadilan Saudi akan jatuhkan vonis bagi ulama tersohor Kamis pekan depan

Syekh Salman, ditangkap dengan beragam tuduhan pada September 2017, bareng Syekh Awad al-Qarni dan Dr. Ali al-Umari telah dituntut hukuman mati. 

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Arab Saudi segera adili lagi ulama-ulama pengkritik Bin Salman

Dalam sidang sebelumnya,jaksa telah menuntut hukuman mati terhadap Syekh Salman, Syekh Awad, dan Syekh Ali al-Umari.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.





comments powered by Disqus