kabar

Sidang kedua atas tiga ulama Arab Saudi dituntut hukuman mati berlanjut bulan depan

Dalam sidang perdana secara rahasia digelar pekan ini, jaksa menuntut hukuman mati terhadap tiga ulama tersohor Arab Saudi, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

09 September 2018 22:03

Pengadilan pidana khusus Arab Saudi bakal menggelar sidang kedua terhadap tiga ulama telah dituntut hukuman mati bulan depan.

"(Sidang kedua itu) untuk mempelajari permintaan jaksa negara untuk menghukum ketiga ulama Arab Saudi itu dengan vonis mati," kata Prisoners of Conscience, lembaga nirlaba pemantau tahanan di Arab Saudi, melalui akun Twitternya Jumat lalu.

Dalam sidang perdana secara rahasia digelar pekan ini, jaksa menuntut hukuman mati terhadap tiga ulama tersohor Arab Saudi, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

Ketiganya dikenai puluhan dakwaan, termasuk terlibat kegiatan terorisme. Padahal mereka ditangkap semena-mena dan tanpa tuduhan apapun.

Ulama Arab Saudi Syekh Awad al-Qarni. (Twitter)

Arab Saudi larang ulama tersohor hubungi keluarganya dari dalam penjara sejak Ramadan

Syekh Awad al-Qarni bareng dua ulama Saudi ternama lainnya, Syekh Salman al-Audah dan Syekh Ali al-Umari, telah dituntut hukuman mati dalam pengadilan digelar secara rahasia di Ibu Kota Riyadh.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Ulama Arab Saudi dalam penjara cuma dikasih semenit tiap pekan buat telepon keluarga

"Satu menit merupakan waktu sangat pendek buat menelepon. Dia berbicara begitu cepat dan jarang menarik napas ketika sedang omong," kata putranya, Abdullah al-Audah.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Batal divonis, dua ulama tersohor Saudi menjalani sidang dari awal lagi

Syekh Salman bareng Syekh Awad dan Dr. Ali al-Umari sebelumnya telah dituntut hukuman mati dan tinggal menunggu putusan. 

Ulama Arab Saudi Syekh Awad al-Qarni. (Twitter)

Ulama tersohor Arab Saudi diracuni obat dalam penjara

Pihak penjara sengaja memberikan obat keliru kepada Syekh Awad. Pemberian obat itu berakhir bulan lalu. 





comments powered by Disqus