kabar

Sidang kedua atas tiga ulama Arab Saudi dituntut hukuman mati berlanjut bulan depan

Dalam sidang perdana secara rahasia digelar pekan ini, jaksa menuntut hukuman mati terhadap tiga ulama tersohor Arab Saudi, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

09 September 2018 22:03

Pengadilan pidana khusus Arab Saudi bakal menggelar sidang kedua terhadap tiga ulama telah dituntut hukuman mati bulan depan.

"(Sidang kedua itu) untuk mempelajari permintaan jaksa negara untuk menghukum ketiga ulama Arab Saudi itu dengan vonis mati," kata Prisoners of Conscience, lembaga nirlaba pemantau tahanan di Arab Saudi, melalui akun Twitternya Jumat lalu.

Dalam sidang perdana secara rahasia digelar pekan ini, jaksa menuntut hukuman mati terhadap tiga ulama tersohor Arab Saudi, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

Ketiganya dikenai puluhan dakwaan, termasuk terlibat kegiatan terorisme. Padahal mereka ditangkap semena-mena dan tanpa tuduhan apapun.

Raja Hamad bin Isa al-Khalifah dari Bahrain. (Albawaba)

Raja Bahrain kembalikan status kewarganegaraan 551 warganya

Dalam pengadilan massal pekan lalu, 138 orang diputus kehilangan kewarganegaraannya.

Petugas kebersihan mengumpulkan ribuan jangkrik mati di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Ribuan jangkrik serbu Masjid Nabawi

Lebih dari 150 petugas kebersihan telah diterjunkan untuk menyemprotkan pestisida dan mengumpulkan jangkrik-jangkrik mati.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Sidang rahasia digelar lagi, ulama Saudi tetap dituntut hukuman mati

Sejak Bin Salman ditetapkan sebagai calon raja Saudi pada 21 Juni 2017, negara Kabah itu getol menangkapi para pembangkang: ulama, wartawan, akademisi, aktivis, konglomerat, pejabat, dan pangeran.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Sidang lanjutan atas Syekh Salman al-Audah digelar awal bulan depan

Syekh Salman dan dua ulama ternama lainnya, Syekh Awad al-Qarni dan Syekh Ali al-Umari telah dituntut hukuman mati.





comments powered by Disqus