kabar

Raja Salman berencana copot anaknya dari jabatan putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, adik dari Raja Salman, merupakan pengganti cocok.

12 September 2018 21:28

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz berencana mencopot anaknya, Pangeran Muhammad bin Salman dari jabatan putera mahkota.

Surat kabar terbitan Spanyol, Publico, melaporkan Raja Salman berkonflik dengan putranya itu lantaran berbeda pendekatan dalam sejumlah isu nasional dan internasional.

Salah satui perbedaan paling tajam terkait konflik Palestina-Israel. Pangeran Muhammad bin Salman berada di pihak Israel dengan menyokong sebuah rencana perdamaian versi Amerika Serikat, ditolak mentah-mentah oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Pangeran Muhammad bin Salman Juli lalu bahkan bilang Palestina bukan agenda utama Arab Saudi. Dia menambahkan Israel juga berhak memiliki tanah air seperti bangsa-bangsa lain di dunia, termasuk Palestina.

Besoknya, Raja Salman buru-buru meralat dengan menegaskan isu Palestina tetap menjadi prioritas utama bagi Arab Saudi.

Raja Salman awal pekan ini membatalkan rencana IPO Saudi Aramco.

Pangeran Muhammad bin Salman mengumumkan rencana IPO Aramco sebesar lima persen saham ini dua tahun lalu, tadinya dijadwalkan di paruh kedua tahun ini. Pangeran Muhammad bin Salman meyakini IPO Aramco itu dapat meraup dana segar sebesar US$ 100 miliar.

Keputusan Pangeran Muhammad bin Salman untuk melakoni intervensi militer di Yaman juga menjadi blunder. Masyarakat internasional kerap mengecam Saudi karena pasukan koalisinya sering menewaskan warga sipil.

Sumber Albalad.co dalam lingkungan istana menilai Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, adik dari Raja Salman, merupakan pengganti cocok.

Kalau benar putera mahkota diganti, berarti Raja Salman sudah tiga kali memberhentikan putera mahkota setelah Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz pada April 2015 dan Pangeran Muhammad bin Nayif pada Juni 2017.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman gagal bikin pertemuan buat rekonsiliasi keluarga

Setidaknya ada dua usaha pembunuhan terhadap Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

CIA simpulkan anak Raja Salman perintahkan bunuh Khashoggi

Atas perintah putera mahkota, Khalid bin Salman menyarankan Khashoggi mengurus dokumen buat menikah ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

17 November 2018

TERSOHOR