kabar

Arab Saudi beli sistem pertahanan antipeluru kendali bikinan Israel

Seorang mantan pejabat militer senior Israel mengungkapkan dia baru-baru ini mengadakan pertemuan rahasia dengan dua pangeran Arab Saudi. Kedua pangeran ini menyatakan Israel bukan lagi musuh bagi Saudi.

15 September 2018 21:19

Mesranya hubungan Arab Saudi dan Israel terus berlanjut. Negara Kabah itu dikabarkan telah membeli Kubah Besi, sistem pertahanan antipeluru kendali bikinan Israel.

Mengutip sejumlah sumber diplomatik, Al-Khaleej Online melaporkan transaksi pembelian Kubah Besi ini akan berlangsung Desember tahun ini. Pertahanan antipeluru kendali itu nantinya bakal ditempatkan di daerah perbatasan dengan Yaman, selatan Arab Saudi.

Pemberontak Al-Hutiyun di Yaman kerap menembakkan peluru kendali ke wilayah Arab Saudi. Menurut pasukan koalisi dipimpin Saudi, sejak perang meletup di Yaman pada Maret 2013, 112 warga sipil di Saudi terbunuh akibat tembakan peluru kendali oleh Al-Hutiyun.

Namun Al-Khaleej tidak menyebutkan berapa jumlah Kubah Besi dibeli oleh Arab Saudi itu dan berapa nilai transaksi tersebut.

mulanya Israel menolak menjual Kubah Besi ke negara-negara Arab, termasuk Saudi. Tapi karena ada tekanan dari Amerika Serikat, kesepakatan buat menjual Kubah Besi ke Arab Saudi tercapai dalam pertemuan segitiga antara Amerika-Saudi-Israel di Ibu Kota Washington DC.

Tapi para pejabat keamanan Israel Kamis lalu membantah soal penjualan Kubah Besi ke Arab Saudi. Sejauh ini, belum ada komentar dari para petinggi Saudi atas informasi itu.

Beberapa tahun belakangan terkuak hubungan baik Saudi-Israel. Kepala Staf Angkatan Darat Israel Jenderal Gadi Eisenkot bilang kepada surat kabar Elaph, negara Zionis itu siap berbagi informasi intelijen dengan Arab Saudi untuk menghadapi Iran.

Seorang mantan pejabat militer senior Israel mengungkapkan dia baru-baru ini mengadakan pertemuan rahasia dengan dua pangeran Arab Saudi. Kedua pangeran ini menyatakan Israel bukan lagi musuh bagi Saudi.

Kubah Besi adalah sebuah sistem pertahanan udara dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense System dan seluruh biayanya ditanggung oleh Amerika. Sistem ini dirancang untuk mencegat roket jarak dekat dan mortir.

Israel pertama kali menempatkan Kubah Besi pada April 2011 di selatan wilayahnya, buat menyergap roket ditembakkan oleh Hamas dari Jalur Gaza. Sistem ini menggunakan kamera dan radar untuk mendeteksi roket datang. Ia mampu menembak jatuh roket musuh dalam hitungan detik setelah diluncurkan.

 

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

Dua dan Dalal, kakak adik asal Arab Saudi kabur ke Turki. (Twitter)

Detained in Dubai upayakan dua gadis Saudi kabur dapat suaka

"Ayah saya telah mengambil paspor dan kartu identitas kami," kata Dua. "Dia sedang mencari kami sekarang. Kami dalam bahaya."

Rute perjalanan sebuah jet pribadi membawa para pejabat Uni Emirat Arab dan Israel pada 17 Januari 2019 terbang langsung dari Abu Dhabi ke Tel Aviv. (Flight Radar 24)

UEA bayar pengusaha untuk mata-matai pemerintahan Trump

Beberapa sumber mengungkapkan Rasyid berada di bawah perintah direktur badan intelijen UEA Ali asy-Syamsi.

Dua dan Dalal, kakak adik asal Arab Saudi kabur ke Turki. (Twitter)

Twitter tutup akun milik dua gadis Arab Saudi kabur ke Turki

Detained in Dubai berkampanye untuk keselamatan Dua dan Dalal.





comments powered by Disqus