kabar

UEA pilih astronot pertamanya

Program astronot UEA diluncurkan sejak Desember tahun lalu ini berencana mengirim empat astronot dalam tiga tahun mendatang.

16 September 2018 07:22

Uni Emirat Arab (UEA) telah memilih astronot pertama mereka untuk dikirim ke ruang angkasa.

Melalui akun Twitternya pada Senin dua pekan lalu, Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, Emir Dubai sekaligus Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA, mengumumkan kedua astronot perdana UEA itu adalah Hazza al-Mansuri dan Sultan an-Nayadi. Mereka bakal dikirim ke ISS (Stasiun Ruang Angkasa Internasinal).

Program astronot UEA ini dilakukan aatas kerjasama dengan Rusia. Hazza dan Sultan akan berangkat ke ISS pada April 2019 menggunakan pesawat ruang angkasa Soyuz bikinan Rusia. Keduanya akan berada di ISS selama sepuluh hari.

"Kami satu-satunya negara di kawasan memiliki program eksplorasi Mars dan astronot sebagai bagian dari investasi senilai 20 miliar dirham di sektor ruang angkasa," kata Syekh Muhammad. "Rahasianya adalah generasi muda Arab dan kemampuan mereka."

Hazza dan Sultan termasuk dalam sembilan calon astronot terpilih dari 4.022 pelamar untuk memasuki tahap seleksi akhir. Proses seleksi ini juga dibantu oleh para ahli dari badan ruang angkasa Rusia, Roscosmos.

Hazza, 34 tahun, berpengalaman lebih dari 14 tahun sebagai pilot tempur. Dia kini memiliki kualifikasi sebagai pilot jet tempur F-16B60.

Sultan, 37 tahun, bekerja sebagai teknisi komunikasi serta peneliti keamanan elektronik dan informasi untuk militer UEA sejak 1999.

Satu di antara dua astronot ini akan menjadi astronot utama dan satunya lagi sebagai wakil. Sedangkan tujuh finalis lainnya bakal menjalani pelatihan ekstensif untuk mengikuti misi ke ruang angkasa berdurasi lebih lama di masa depan.

Program astronot UEA diluncurkan sejak Desember tahun lalu ini berencana mengirim empat astronot dalam tiga tahun mendatang.

Israel mengucapkan selamat atas hari lahir Arab Saudi ke-89m disampaikan melalui akun Twitter berbahasa Arab milik Kementerian Luar Negeri Israel. (Twitter)

Israel ucapkan selamat atas hari lahir Arab Saudi ke-89

Meski tidak ada hubungan diplomatik, Israel dan Saudi diam-diam menjalin kerjasama keamanan dan intelijen. Hal ini bisa terjadi lantaran kedua negara itu memandang Iran sebagai musuh bersama.

Perempuan Arab Saudi pada 1970-an. (Arab News)

Sebelum terjadi penyerbuan Masjid Al-Haram pada 1979, perempuan Saudi tidak wajib berabaya dan berjilbab

"Kami bisa mengenakan baju sepinggang dipadu rok bermacam warna," kenang Manal Aqil.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Buat singkirkan Netanyahu, partai-partai Arab rekomendasikan Gantz jadi perdana menteri Israel

"Bagi kami, hal terpenting adalah menyingkirkan Benjamin Netanyahu dari kekuasaan," kata pemimpin Joint List Aiman Audah.

Rumah Keluarga Ibrahim, berisi masjid, gereja, dan sinagoge, bakal dibangun di Pulau Saadiyat, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Israel ucapkan selamat atas hari lahir Arab Saudi ke-89

Meski tidak ada hubungan diplomatik, Israel dan Saudi diam-diam menjalin kerjasama keamanan dan intelijen. Hal ini bisa terjadi lantaran kedua negara itu memandang Iran sebagai musuh bersama.

23 September 2019
UEA bangun sinagoge pertama
22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR