kabar

Sidang lanjutan atas Syekh Salman al-Audah digelar awal bulan depan

Syekh Salman dan dua ulama ternama lainnya, Syekh Awad al-Qarni dan Syekh Ali al-Umari telah dituntut hukuman mati.

20 September 2018 15:25

Pengadilan pidana khusus Arab Saudi akan menggelar sidang lanjutan secara rahasia terhadap ulama tersohor Syekh Salman al-Audah awal bulan depan. 

"Pada 4 Oktober 2018, pengadilan pidana khusus bakal menggelar sidang lanjutan terhadap Syekh Salman al-Audah," kata Prisoners of Conscience melalui akun Twitternya hari ini.

Prisoners of Conscience adalah lembaga nirlaba memantau tahanan dan hak asasi manusia di Arab Saudi.

Pengadilan pidana khusus dua pekan lalu telah menuntut hukuman mati atas Syekh Salman dan dua ulama ternama lainnya, Syekh Awad al-Qarni dan Syekh Ali al-Umari. 

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni tahun lalu, Arab Saudi getol menangkapi dan mengintimidasi ulama dianggap menolak kebijakan penguasa. 

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Ulama tersohor Arab Saudi Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Sidang rahasia digelar lagi, ulama Saudi tetap dituntut hukuman mati

Sejak Bin Salman ditetapkan sebagai calon raja Saudi pada 21 Juni 2017, negara Kabah itu getol menangkapi para pembangkang: ulama, wartawan, akademisi, aktivis, konglomerat, pejabat, dan pangeran.

Ulama Arab Saudi Syekh Sulaiman al-Alwan

Arab Saudi tolak bebaskan ulama meski masa hukumannya sudah habis

Syekh Sulaiman ditangkap pada 2004 lantaran paham-pahamnya sangat radikal. Empat tahun sebelumnya, dia berfatwa menyerukan serangan bunuh diri terhadap Israel.

Ulama Arab Saudi Dr. Ahmad al-Amari. (Twitter)

Ulama Arab Saudi koma karena perlakuan buruk dalam penjara

Mantan dekan di Universitas Islam Madinah ini ditangkap tanpa dakwaan.





comments powered by Disqus