kabar

Kelompok bersenjata serang parade militer Iran, 25 orang tewas

Pada 7 Juni tahun lalu, ISIS mengklaim serangan terhadap gedung parlemen dan makam Imam Khomeini, menewaskan 18 orang dan mencederai lebih dari 50 lainnya.

22 September 2018 22:22

Empat lelaki bersenjata hari ini menyerang parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran. Peristiwa ini menewaskan paling sedikit 25 orang, termasuk sebelas anggota pasukan Garda Revolusi.

Kelompok tidak dikenal ini menembaki para penonton sedang menyaksikan pawai militer. Keempat pria bersenjata itu juga berusaha menembak para pejabat sebelum berhasil dilumpuhkan oleh pasukan keamanan Iran, seperti dilansir kantor berita semiresmi Fars.

Kantor berita resmi IRNA melaporkan serbuan hari ini juga melukai 53 orang, kebanyakan dalam keadaan kritis. "Ada sejumlah korban non-militer, termasuk perempuan dan anak-anak, datang untuk menyaksikan parade militer," ujar seorang sumber resmi.

Parade militer serupa digelar di berbagai kota di negara Mullah itu buat memperingati 38 tahun serangan Iran ke Irak menandai perang kedua negara selama 1980-1988.

"Tiga dari teroris itu berhasil ditembak mati di tempatdan pelaku keempat luka tembak hingga akhirnya meninggal di rumah sakit," tutur juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Abulfazl Shekarchi.

Wakil Gubernur Provinsi Khuzestan Husain Husainzadeh mengatakan satu wartawan juga terbunuh.

Milisi ISAIS (Negara Islam Irak dan Suriah) serta Gerakan Bangsa Ahwaz mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.

Pada 7 Juni tahun lalu, ISIS mengklaim serangan terhadap gedung parlemen dan makam Imam Khomeini, menewaskan 18 orang dan mencederai lebih dari 50 lainnya.

Revital, putri dari seorang rabbi, berpose di depan altar Sinagoge Zargariyan di Ibu Kota Teheran, Iran, 2 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Korban meninggal akibat virus corona di Iran naik jadi 18 orang

Versi pemerintah hari ini naik menjadi delapan orang mengembuskan napas terakhir.

Kompleks makam Imam Ali Rida di Kota Masyhad, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kuwait akan evakuasi 700 warganya dari Iran

Penderita virus Covid-19 muncul di Kota Qom, Iran, Rabu lalu dan telah menginfeksi 28 orang, termasuk lima meninggal.

Seorang gadis di Kota Makkah bernyanyi rap di sebuah kedai kopi. Rekaman videonya menuai kritikan dan kecaman. (Screengrab)

Gadis Makkah bernyanyi rap hebohkan Arab Saudi

Banyak orang menilai rekaman video lagu rap itu menistakan status Makkah sebagai kota suci dan tidak menunjukkan kepribadian gadis Makkah.





comments powered by Disqus