kabar

KJRI Jeddah urus warga Indonesia ditemukan terkapar di parkiran rumah sakit

Halimah berstatus pendatang ilegal. Dia masuk ke Arab Saudi pada 2006, kemudian menetap dan bekerja secara tidak sah.

24 September 2018 19:35

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, mengupayakan perawatan dan pemulangan warga negara Indonesia ditemukan terkapar sekarat di parkiran Rumah Sakit Universitas Raja Abdul Aziz, Jeddah.

Menurut Kepala Bagian Urusan Pasien Isra Muhammad Musyri, perempuan bernama Halimah Sudin itu ditemukan petugas keamanan rumah sakit pada 6 September lalu. Wanita asal Bangkalan, Jawa Timur, ini kemudian dirawat secara intensif karena menderita stroke, seperti dilansir siaran pers KJRi Jeddah diterima Albalad.co kemarin.

Safaat Ghofur, Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Jeddah merangkap Koordinator Pelindungan Warga (KPW), mengungkapkan Halimah diantar berobat oleh seseorang ke rumah sakit itu. Karena penyakitnya, Halimah harusnya mendapatkan perawatan intensif dan membutuhkan biaya tidak sedikit. Pengantar diduga temannya itu meninggalkan Halimah sendirian terkapar di parkiran.

Halimah berstatus pendatang ilegal. Dia masuk ke Arab Saudi pada 2006, kemudian menetap dan bekerja secara tidak sah. Perempuan kelahiran 1960 ini pernah tercatat sebagai peserta program Amnesti pada 2013/2014.

Pada saat itu, seluruh warga negara asing ilegal diberikan kesempatan melegalkan statusnya atau pulang ke negaranya tanpa melalui tahanan imigrasi. Namun Halimah memilih tidak pulang dan tetap bekerja secara tidak resmi.

"Di sini (Arab Saudi) warga asing ilegal tidak mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Jadi rumah sakit tidak mau menerima kecuali ada penjamin punya iqamah (kartu izin tinggal)," kata Safaat. "Yang punya iqamah itu nantinya harus bertanggung jawab atas biaya rumah sakit."

Pihak Rumah Sakit Universitas Raja Abdul Aziz semula menuntut KJRI menanggung biaya perawatan Halimah sebesar 20 ribu riyal atau sekitar Rp 76 juta. Ainur Rifqie, Pelaksana Fungsi Konsuler-3 KJRI Jeddah, melobi pihak berwenang di rumah sakit agar Halimah dibebaskan dari biaya atas pertimbangan kemanusiaan Pihak rumah sakit akhirnya menerima permohonan KJRI dengan syarat Halimah segera meninggalkan rumah dalam tiga hari.

Menyikapi banyaknya warga Indonesia tidak berdokumen mengidap penyakit berat belakangan ini, Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Mohamad Hery Saripudin mengingatkan keberadaan mereka dengan status tidak resmi menyulitkan dan membahayakan diri sendiri.

Dia mengimbau warga Indonesia tidak berdokumen resmi di Arab Saudi dan telah lanjut usia segera kembali ke tanah air dan berkumpul bersama keluarga. "Aspek pelindungan tidak maksimal bagi mereka tidak berdokumen," ujar Hery Saripudin. "Jangan menunggu hingga lanjut usia dan sakit-sakitan. Kalau sudah mulai sakit-sakitan, segera pulang."

Seiring kondisi Halimah kian membaik, tim pelindungan KJRI Jeddah mendatangi Pusat Detensi Imigrasi (Tarhil) untuk mengurus izin pulang sekaligus menyampaikan permohonan agar Halimah dipulangkan ke Indonesia. Namun pihak Tarhil enggan memenuhi permintaan KJRI untuk menyediakan tiket bagi Halimah meski dia berstatus tidak resmi karena dia bukan tahanan Tarhil.

Perempuan masuk ke Arab Saudi dengan visa umrah 12 tahun lalu ini dipulangkan kemarin. Dia didampingi seorang staf KJRI karena harus menggunakan kursi roda.

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus (kiri) dan Imam Besar Masjid Al-Azhar, Kairo, Syekh Ahmad Muhammad ath-Thayyib. (Times of Israel)

Imam besar Al-Azhar bertemu Paus Fransiskus di Abu Dhabi bulan depan

Paus Fransiskus bakal menggelar misa, diperkirakan dihadiri 135 ribu orang.

Warga Indonesia dipulangkan dari Arab Saudi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Jeddah. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah bantu pemulangan 7.783 warga Indonesia melanggar izin tinggal

Pendatang tidak berdokumen itu terdiri dari 2.199 lelaki, 4.872 perempuan, dan 712 anak.

Bukti transfer uang diyat kepada ahli waris Tarwati Tarya Cuhati, warga Indonesia menjadi korban tewas dalam kecelakaan di Arab Saudi pada 2014. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah tranfer uang diyat Rp 547 juta kepada ahli waris

Tarwati Tarya Cuhati tewas dalam kecelakaan lalu lintas di daerah Tatslit, Provinsi Asir, pada 30 Juli 2014.

Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah, Arab Saudi, Mohamad Hery Saripudin saat menerima perwakilan dari kantor pengacara Turki Abdullah al-Hamid di kantornya. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah sewa pengacara buat ungkap pembunuh warga Indonesia

Pembunuhan terhadap Enok binti Empan Hasan terjadi pada 4 Desember 2016 di Distrik Al-Wurud, Jeddah. Hingga kini pelaku belum diketahui.





comments powered by Disqus