kabar

Dubai tangkap muazin Uighur

Supi, mantan mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, lari dari Cina ke Mesir pada 2012 karena ingin menjalankan ajaran islam secara bebas.

29 September 2018 00:34

Seorang muazin dari Suku Uighur, Provinsi Xinjiang, Cina, ditahan di Dubai, Uni Emirat Arab.

Polisi Dubai menangkap lelaki bernama Supi Abudujilili itu setelah mengimami salat ashar di di Masjid Abdullah bin Rawahah. Dia ditugaskan di masjid itu menjadi muazin sekaligus imam selama 50 hari.

Sang istri, juga orang Uighur, bilang empat polisi Dubai berpakaian preman menjemput Supi lalu membawa dia masuk ke dalam mobil. "Ketika saya tanya ada masalah apa, salah satu dari mereka bilang tidak ada persoalan," katanya kepada Middle East Eye. "Tapi sejak saat itu saya berusaha menelepon suami saya dan telepon selulernya selalu mati."

Supi hanya sekali menghubungi istrinya. Dia bercerita dia ditahan di lokasi tidak diketahui. Dia sangat takut bakal dibunuh. Dia kemudian menyuruh istrinya pindah ke Turki lantaran khawatir akan ditangkap juga dan dideportasi ke Cina.

Supi, mantan mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, lari dari Cina ke Mesir pada 2012 karena ingin menjalankan ajaran islam secara bebas. Pada 2017, dia pindah ke Uni Emirat Arab (UEA) untuk belajar bahasa Inggris.

Karena suaranya merdu, setelah selesai belajar bahasa Inggris, otoritas agama di UEA sejak Maret lalu menjadikan Supi sebagai muazin sekaligus imam di beberapa masjid di Dubai. Dia diberikan izin tinggal berlaku sampai 2021.

Abangnya, meminta namanya tidak disebut demi alasan keamanan, mencemaskan keadaan Supi. "Kalau Uni Emirat Arab mengirim adik saya ke Cina, sama saja ingin membunuh dia," ujarnya.

Lokasi penahanan Supi hingga kini masih misterirus tapi keluarga mengkhawatirkan dia bakal dideportasi.

Pemerintah Cina memang mendiskriminasi minoritas muslim Uighur mendiami Xinjiang. Mereka dilarang menjalani ajaran islam, termasuk tidak boleh berjilbab, berpuasa, dan salat.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, mengunjungi Israel pada 21-25 Juli 2019. (Twitter)

Wartawan Arab Saudi kunjungi Israel

Keenam wartawan Arab itu hari ini dijadwalkan diterima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Peta Selat Hormuz, Iran. (Al-Jazeera)

Raja Salman setujui penempatan pasukan Amerika di Arab Saudi

Pasukan Garda Revolusi Iran telah menahan kapal tanker Stena Impero, milik Swedia dan berbendera Inggris saat melintas di Selat Hormuz.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Menteri luar negeri Israel dan Bahrain bertemu bahas Iran

Katz menyebut pertemuannya dengan Khalid menunjukkan kian mesranya hubungan Israel dengan negara-negara Arab.





comments powered by Disqus