kabar

Lembaga nirlaba Israel terganjal visa untuk bantu korban gempa Palu

IFA pernah melaksanakan misi kemanusiaan untuk membantu korban gempa di Sumatera pada 2005 dan Klaten, Jawa Tengah, pada 2006.

03 Oktober 2018 13:45

Israeli Flying Aid (IFA), lembaga nirlaba asal Israel bergerak di bidang kemanusiaan, ingin terbang ke Palu untuk membantu korban gempa dan tsunami.

Tapi, menurut CEO sekaligus pendiri IFA Gal Lousky, mereka terganjal visa. "Jenderal yang selama ini membantu kami tidak berani menolong," katanya kepada Albalad.co melalui telepon hari ini.

Padahal, lanjut dia, sang jenderal kini menjabat menteri itu sudah dua kali membantu IFA hingga bisa melaksanakan misi kemanusiaan untuk membantu korban gempa di Sumatera pada 2005 dan Klaten, Jawa Tengah, pada 2006. 

Namun Gal menolak memberitahu siapa jenderal selama ini memperlancar urusan IFA masuk ke Indonesia. 

Dia menjelaskan pihaknya sudah meminta bantuan Kementerian Luar Negeri Israel untuk menghubungi Kementerian Luar Negeri Indonesia. "Jawabannya tidak ada visa bagi warga negara Israel karena tak ada hubungan diplomatik antara kedua negara," ujar Gal.

Menurut dia, IFA berencana mengirim tim beranggotakan enam relawan, termasuk ahli logistik dan pemulihan trauma.

Kerusakan di terminal kedatangan Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi akibat serangan roket oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman. (SPA)

Serangan Al-Hutiyun ke Bandar Udara Abha tewaskan satu orang

Korban meninggal adalah warga Suriah. Insiden ini juga melukai tujuh orang.

CEO The Eviation Alice Omer Bar-Yohay memperkenalkan pesawat bertenaga listrik pertama di dunia dalam pameran dirgantara paris Air Show pada 19 Juni 2019. (Screenshot YouTube)

Perusahaan Israel bikin pesawat bertenaga listrik pertama di dunia

Pesawat ini berkapasitas sembilan penumpang dan dua kru dengan daya jelajah maksimal seribu kilometer.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Trump perintahkan serang Iran tapi dibatalkan tiba-tiba

Penyerbuan sudah berjalan di tahap awal. Jet-jet tempur telah terbang menuju target dan kapal-kapal perang sudah dalam keadaan siaga. Tapi belum ada peluru kendali ditembakkan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

PBB sebut ada bukti kuat putera mahkota Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

Turki bareng KOngres Amerika Serikat, dan CIA memang sudah menyatakan Bin Salman merupakan pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi.





comments powered by Disqus