kabar

Gerakan buat gulingkan rezim Bani Saud telah dibentuk di Paris

Marzuq menargetkan dalam setahun bisa menumbangkan Bani Saud berkuasa sejak Arab Saudi dibentuk 87 tahun lalu.

05 Oktober 2018 11:31

Marzuq Masyaan al-Utaibi akhir bulan telah mengumumkan pembentukan Gerakan Mobilisasi Nasional bertujuan untuk menggulingkan rezim Bani Saud berkuasa sejak negara Arab Saudi didirikan 87 tahun lalu.

Dalam wawancara khusus dengan Albalad.co melalui WhatsApp pekan ini, Marzuq menekankan gerakan oposisi bentukannya itu bukan sekadar buat menumbangkan kepemimpinan di Arab Saudi saat ini, yaitu Raja Salman bin Abdul Aziz dan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

"Tujuan dari gerakan kami lebih dari itu. Kami ingin menggulingkan rezim Bani Saud secara keseluruhan," katanya. "Kami mau membuat perubahan radikal termasuk bentuk negara Saudi bakal diganti."

Namun  bekas penulis di surat kabar Makkah dan Asy-Syarq sekaligus mantan dosen kimia di Universitas Raja Saud ini belum mau menjelaskan secara rinci seperti apa bentuk negara Arab saudi nantinya setelah rezim Bani Saud digulingkan.

Saking yakinnya, Marzuq, kini menetap di Ibu Kota Paris, Prancis, berani menargetkan rezim Bani Saud akan ditumbangkan dalam setahun saja. Alasannya, dia sudah memiliki cara dan rencana sangat bagus.

Dia juga mengakui mungkin baal bekerja sama dengan para pangeran Arab Saudi menentang kepemimpinan saat ini, seperti Pangeran Khalid bin Farhan dan Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz.

"Kami sedang berkoordinasi secara langsung dengan sebagian besar gerakan opsisi di dalam dan luar Arab Saudi," ujar Marzuq.

Gerakan Mobilisasi Nasional itu berpusat di Paris. Dari sanalah Marzuq akan mengendalikan gerakan untuk menggulingkan rezim Bani Saud. 

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap lagi anggota keluarga Saad al-Jabri

Sehingga sudah empat kerabat Al-Jabri ditahan, yakni dua anaknya, abangnya, dan kini mantunya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tahan paman, adik sepupu, dan 30 pangeran serta perwira militer dalam hotel di Riyadh

Bin Nayif dan Pangeran Ahmad bersama puluhan pangeran dan perwira militer ditangkap sejak Maret lalu.





comments powered by Disqus