kabar

Erdogan minta Saudi tunjukkan bukti jika Khashoggi masih hidup

Berdasarkan rekaman kamera pengawas CCTV, tidak ada gambar Khashoggi meninggalkan konsulat. Yang ada dua minibus keluar dari sana.

09 Oktober 2018 13:51

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Arab Saudi menunjukkan bukti kalau Jamal Khashoggi masih hidup.

Hasil awal penyelidikan polisi Turki menyebutkan wartawan pengkritik Arab Saudi itu tewas disiksa dalam kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul. Namun Saudi membantah hal itu.

"Omongan saja tidak cukup menjadi bukti," kata Erdogan dalam jumpa pers kemarin. "Kami harus mendapatkan hasil dari investigasi ini secepat mungkin."

Khashoggi datang ke Konsulat Saudi di Istanbul Selasa pekan lalu untuk mengurus dokumen diperlukan untuk menikah lagi. Namun, menurut tunangannya menunggu di luar, Khashoggi tidak muncul lagi. 

Hingga akhirnya kolumnis surat kabar the Washington Post itu dinyatakan hilang. Pihak Konsulat Saudi menyebutkan Khashoggi sudah meninggalkan konsulat Selasa itu juga. 

Sejumlah sumber di Kepolisian Turki mengungkapkan di hari kedatangan Khashoggi ke konsulat, ada rombongan dari Arab Saudi berjumlah 15 orang dalam konsulat datang ke Istanbul menggunakan jet pribadi.

Di hari itu pula, berdasarkan rekaman kamera pengawas CCTV, tidak ada gambar Khashoggi meninggalkan konsulat. Yang ada dua minibus keluar dari sana.

 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair menggelar jumpa pers bersama usai pertemuan bilateral di Jakarta, 23 Oktober 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi berjanji tidak bunuh lagi pengkritik penguasa

Sebanyak 18 orang telah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan 16 pejabat pemerintah sudah dipecat.

Jet pribadi bernomor HZ-SK1 mengangkut para pembunuh wartawan Khashoggi meninggalkan Bandar Udara Ataturk di Kota Istanbul, Turki, menuju Riyadh, Arab Saudi, pada 2 Oktober 2018 pukul 18.20 waktu setempat.(Screengrab)

Potongan tubuh Khashoggi diduga dibawa ke Riyadh

Mayat Khashoggi dimutilasi menjadi 15 bagian.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada 19 Oktober 2018 memberhentikan Saud al-Qahtani dari jabatan penasihat istana. (Arab News)

Penasihat istana: Segalanya atas perintah Raja Salman dan putera mahkota

Saud al-Qahtani pernah memperingatkan Jamal Khashoggi untuk berhenti mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Kepala Badan Intelijen Arab saudi jenderal Ahmad as-Sirri. (Al-Arabiya)

Arab Saudi pecat kepala intelijen dan penasihat istana karena terlibat pembunuhan Khashoggi

Berdasarkan hasil investigasi internal Arab Saudi, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, merupakan anak dari Raja Salman, tidak mengetahui operasi pembunuhan Khashoggi.





comments powered by Disqus