kabar

Pendiri gerakan gulingkan Bani Saud tidak takut bernasib seperti Khashoggi

Dia menargetkan bisa menggulingkan rezim Bani Saud dalam setahun ke depan.

10 Oktober 2018 13:05

Pendiri gerakan gulingkan Bani Saud, Marzuq Masyaan al-Utaibi, mengaku tidak khawatir bakal bernasib seperti Jamal Khashoggi, wartawan pengkritik rezim di Arab Saudi.

Lelaki Saudi itu hilang secara misterius setelah Selasa pekan lalu memasuki kantor Konsulat Saudi Kota Istanbul, Turki. Hasil sementara penyelidikan kepolisian Turki menyebutkan Khashoggi dibunuh dalam Konsulat Saudi.

"Saya tidak takut," kata Marzuq kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini. "Mestinya rezim Bani Saud itu cemas karena melukai orang lain di luar negeri."

Dia mengaku belum mendapat ancaman pembunuhan meski secara terbuka menyatakan bermusuhan dengan rezim Bani Saud. 

Marzuq pada akhir bulan lalu mengumumkan berdirinya Gerakan Mobilisasi Nasional di Ibu Kota Paris, Prancis. Dia menargetkan bisa menggulingkan rezim Bani Saud dalam setahun ke depan. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair menggelar jumpa pers bersama usai pertemuan bilateral di Jakarta, 23 Oktober 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi berjanji tidak bunuh lagi pengkritik penguasa

Sebanyak 18 orang telah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan 16 pejabat pemerintah sudah dipecat.

Jet pribadi bernomor HZ-SK1 mengangkut para pembunuh wartawan Khashoggi meninggalkan Bandar Udara Ataturk di Kota Istanbul, Turki, menuju Riyadh, Arab Saudi, pada 2 Oktober 2018 pukul 18.20 waktu setempat.(Screengrab)

Potongan tubuh Khashoggi diduga dibawa ke Riyadh

Mayat Khashoggi dimutilasi menjadi 15 bagian.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada 19 Oktober 2018 memberhentikan Saud al-Qahtani dari jabatan penasihat istana. (Arab News)

Penasihat istana: Segalanya atas perintah Raja Salman dan putera mahkota

Saud al-Qahtani pernah memperingatkan Jamal Khashoggi untuk berhenti mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Kepala Badan Intelijen Arab saudi jenderal Ahmad as-Sirri. (Al-Arabiya)

Arab Saudi pecat kepala intelijen dan penasihat istana karena terlibat pembunuhan Khashoggi

Berdasarkan hasil investigasi internal Arab Saudi, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, merupakan anak dari Raja Salman, tidak mengetahui operasi pembunuhan Khashoggi.





comments powered by Disqus