kabar

Satelit pertama bikinan UEA diluncurkan dari Jepang

UEA tahun depan akan mengirim dua astronotnya ke ISS.

29 Oktober 2018 15:04

Satelit pertama bikinan Uni Emirat Arab (UEA) berhasil diluncurkan ke ruang angkasa dari jepang pagi hari ini.

Satelit diberi nama KhalifaSat itu diterbangkan ke orbit Bumi dari pusat ruang angkasa Tanegashima berlokasi di Pulau Tanegashima.

KhalifaSat merupakan satelit ketiga UEA diluncurkan ke ruang angkasa setelah DubaiSat-1 dan DubaiSat-2.

Pembuatan KhalifaSat ini menghabiskan waktu lima tahun, dimulai pada 2013 setelah Wakil Presiden UEA sekaligus Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al_maktum mengumumkan proyek ruang angkasa negaranya.

KhalifaSat akan berada di orbit rendah Bumi selama lima tahun untuk memotret Bumi secara detail dengan kualitas gambar tinggi, kemudian dikirim ke the Mohammed Bin Rashid Space Centre di Dubai.

KhalifaSat ini diluncurkan menggunakan sebuah roket H-2A.

UEA tahun depan akan mengirim dua astronotnya ke ISS (Stasiun Ruang Angkasa Internasional). Mereka berambisi mengirim sebuah ekspedisi ke Mars pada 2020 dan menguasai Planet Merah itu pada 2117 dengan membangun sebuah kota berpenduduk 600 ribu orang.

Sebanyak 60 mahasiswa Indonesia tengah belajar pertanian di Israel pada 2 Maret 2021 telah mendapat suntikan dosis kedua vaksin Covid-19. (Albalad.co)

60 mahasiswa Indonesia di Israel telah disuntik dosis kedua vaksin Covid-19

Diperkirakan 75 persen dari sekitar sembilan juta penduduk Israel sudah divaksinasi Covid-19 akhir bulan ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Biden siap wujudkan hubungan diplomatik Saudi dan Israel

Pada November tahun lalu, Netanyahu terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, dan mengadakan pertemuan dengan Bin Salman. Itu menjadi pertemuan ketiga mereka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Israel Muhammad al- Khaja menyerahkan surat tugasnya kepada Presiden Israel Reuven Rivlin di Yerusalem, 1 Maret 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Duta besar UEA buat Israel serahkan surat tugas kepada Presiden Rivlin

Selain bertemu para pejabat senior Israel, kunjungan Al-Khaja untuk mencari lokasi bagi kantor Kedutaan Besar UEA dan rumah dinasnya di Tel Aviv.





comments powered by Disqus