kabar

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

01 November 2018 14:05

Ancaman kudeta membayangi Arab Saudi setelah pembunuhan wartawan surat kabar the Washington Post Jamal Khashoggi kian mencoreng reputasi negara Kabah itu. 

Pangeran Khalid bin Farhad, pangeran pembangkang menetap di Jerman, meyakinkan kudeta terhadap Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman akan berlangsung dalam waktu dekat. 

Dia menegaskan upaya buat menggulingkan ayah dan anak itu tidak dapat dihindari lagi. "Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid. 

Citra Arab Saudi makin ternoda setelah Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober lalu di dalam kantor Konsulat Saudi di Kota Istanbul, Turki. Dunia mengecam dan menekan Riyadh untuk memberitahu dalang, pelaku, dan di mana mayat Khashoggi. 

Hasil penyelidikan Turki menyebut Khashoggi tewas dicekik tidak lama setelah memasuki gedung konsulat. Mayatnya lalu dimutilasi. 

Ancaman kudeta di Arab Saudi kian menguat setelah Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang Selasa lalu dari pengasingannya di London. Dia dikenal membangkang kepada Bin Salman. 

Dia pulang untuk menumbangkan Bin Salman. Diakembali setelah mendapat jaminan keamanan dari AmerikaSerikat dan Inggris. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Raja Salman murka karena putera mahkota tidak hadiri sidang kabinet

Bin Salman juga tidak ada dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi dan tamu negara.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Raja Salman perintahkan cabut pembekuan rekening milik semua putra mendiang Raja Abdullah

Kebanyakan pangeran ditangkap berasal dari keluarga berpengaruh, yakni mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz, mendiang Raja Fahad bin Abdul Aziz, dan mendiang Pangeran Talal bin Abdul Aziz.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz bersama mediator asal Qatar Syekh Abdullah bin Ali ats-Tsani. (Al-Arabiya)

Raja Salman berseteru dengan anaknya

Bin Salman juga tidak tampak dalam rombongan menyambut kepulangan Raja Salman dari Mesir di bandar udara di Ibu Kota Riyadh.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Argentina tangkap dua warga Iran berpaspor palsu Israel

Beberapa hari sebelum pelaksanaan pertemuan G-20 tahun lalu, dua pria Iran ditangkap setelah memasuki Argentina melalui Bolivia memakai paspor palsu.

20 Maret 2019

TERSOHOR