kabar

Arab Saudi bebaskan adik Pangeran Al-Walid bin Talal dari tahanan

Pangeran Khalid ditangkap lantaran mengkritik kebijakan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menangkap 200 pangeran, pebisnis, dan pejabat atas tuduhan korupsi tanpa melalui proses peradilan.

04 November 2018 14:34

Arab Saudi Jumat lalu membebaskan Pangeran Khalid bin Talal, 56 tahun, adik kandung dari konglomerat Pangeran Al-Walid bin Talal, seperti dilansir Al-Quds al-Arabi mengutip sejumlah pejabat tinggi di negara Kabah itu.

Pangeran Khalid ditahan sejak Januari lalu dan dia menolak menyerahkan harta sebagai syarat pembebasan. Sedangkan Pangeran Al-Walid, 63 tahun, ditawan selama awal November-akhir Januari tahun ini karena tudingan rasuah, bersedia memberikan hartanya agar dilepaskan.

Pangeran Khalid ditangkap lantaran mengkritik kebijakan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menangkap 200 pangeran, pebisnis, dan pejabat atas tuduhan korupsi tanpa melalui proses peradilan.

"Terima kasih Allah atas keselamatan dia," tulis Puteri Rim binti Al-Walid, keponakan dari Pangeran Khalid, melalui akun Twitternya. Dia juga mengunggah foto pamannya itu bersama anggota keluarga lainnya.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi pecat tiga imam masjid karena kebebasan berekspresi

Arab Saudi juga berencana memenggal kepala tiga ulama moderat sehabis Ramadan tahun ini, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi incar aktivis prodemokrasi di Norwegia untuk dibunuh

Baghdadi bilang polisi Norwegia datang ke rumahnya pada 25 April dan membawa dia lokasi aman dan dirahasiakan.





comments powered by Disqus