kabar

Arab Saudi tahan ratusan pengungsi Rohingya

Mereka ditahan tanpa dakwaan dan batas waktu.

05 November 2018 10:00

Pemerintah Arab Saudi masih menahan ratusan pengungsi Rohingya tanpa batas waktu dan dakwaan. 

Mereka ditahan dalam kamp Syumaisi, kompleks bangunan terletak di Kota Jeddah. Para pengungsi Rohingya ini kabur dari Myanmar menuju Arab Saudi menggunakan paspor palsu. 

Pengungsi masih ditahan dan mantan penghuni kamp Syumaisi mengungkapkan kepada Middle East Eye, banyak dari pengungsi Rohingya sudah mendekam di Syumaisi antara satu hingga enam tahun. 

Kamp itu dihuni lelaki dan perempuan dari segala usia, termasuk anak-anak. 

Abu Ubaid, bukan nama sebenarnya demi alasan keamanan, bercerita kepada Middle East Eye memakai telepon seluler selundupan. 

"Kami semua ingin pergi dari sini," katanya. "Kami merasa frustasi dan fobia terhadap ruang sempit."

Sebagai etnis minoritas muslim, warga Rohingya menjadi buruan pasukan Myanmar selama berpuluh-puluh tahun. Pada 2016, lebih dari 700 ribu orang Rohingya lari dari Myanmar, kebanyak ke negara tetangga Bangladesh.

Mereka datang ke Arab Saudi menggunakan paspor palsu  India, Bangladeh, Pakistan, dan Nepal. 

 

Israel mengucapkan selamat atas hari lahir Arab Saudi ke-89m disampaikan melalui akun Twitter berbahasa Arab milik Kementerian Luar Negeri Israel. (Twitter)

Israel ucapkan selamat atas hari lahir Arab Saudi ke-89

Meski tidak ada hubungan diplomatik, Israel dan Saudi diam-diam menjalin kerjasama keamanan dan intelijen. Hal ini bisa terjadi lantaran kedua negara itu memandang Iran sebagai musuh bersama.

Perempuan Arab Saudi pada 1970-an. (Arab News)

Sebelum terjadi penyerbuan Masjid Al-Haram pada 1979, perempuan Saudi tidak wajib berabaya dan berjilbab

"Kami bisa mengenakan baju sepinggang dipadu rok bermacam warna," kenang Manal Aqil.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Buat singkirkan Netanyahu, partai-partai Arab rekomendasikan Gantz jadi perdana menteri Israel

"Bagi kami, hal terpenting adalah menyingkirkan Benjamin Netanyahu dari kekuasaan," kata pemimpin Joint List Aiman Audah.

Rumah Keluarga Ibrahim, berisi masjid, gereja, dan sinagoge, bakal dibangun di Pulau Saadiyat, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Israel ucapkan selamat atas hari lahir Arab Saudi ke-89

Meski tidak ada hubungan diplomatik, Israel dan Saudi diam-diam menjalin kerjasama keamanan dan intelijen. Hal ini bisa terjadi lantaran kedua negara itu memandang Iran sebagai musuh bersama.

23 September 2019
UEA bangun sinagoge pertama
22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR