kabar

Penyelidik Arab Saudi hilangkan barang bukti pembunuhan Khashoggi

Pelakunya adalah dua ahli kimia dan racun bernama Ahmad Abdul Aziz al-Janubi dan Khalid Yahya az-Zahrani.

05 November 2018 21:57

Tim penyelidik dikirim dari Arab Saudi telah menghilangkan barang bukti pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di dalam kantor Konsulat saudi di Kota Istanbul, Turki.

Seorang pejabat senior Turki hari ini membenarkan laporan surat kabar Sabah, menyebut dua dari sebelas anggota tim investigator Arab Saudi tiba di Istanbul sembilan hari setelah Khashoggi dibunuh adalah ahli kimia dan racun. Merekalah menghilangkan barang bukti itu.

Dia menambahkan kedua ahli itu adalah Ahmad Abdul Aziz al-Janubi dan Khalid Yahya az-Zahrani. Keduanya menghilangkan barang bukti sebelum tim penyelidik Turki dibolehkan memasuki Konsulat Arab saudi.

Yasin Aktay, penasihat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sekaligus sahabt Khashoggi, meyakini setelah dimutilasi, potongan-potongan tubuh Khashoggi dilarutkan dengan cairan asam hingga lumer.

Kepala kejaksaan Istanbul Irfan Fidan sudah menjelaskan Khashoggi langsung dicekik hingga tewas segera setelah memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Mayatnya kemudian dimutilasi menjadi 15 bagian.

Sabah melaporkan potongan-ptongan tubuh Khashoggi ini lantas dimasukkan ke dalam lima koper dan dibawa oleh tim pembunuh beranggotakan 15 warga Arab Saudi, termasuk tujuh pengawal Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, ke kediaman Konsul Jenderal Arab saudi Muhammad al-Utaibi.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Pembangkang Arab Saudi gugat perusahaan Israel karena sadap telepon selulernya

Kementerian Pertahanan Israel menolak permintaan untuk mencabut izin NSO Group buat menjual aplikasi mata-mata itu ke pemerintah negara lain.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman pantau misi pembunuhan Khashoggi

Pangeran Muhammad bin Salman mengirim sebelas pesan kepada penasihatnya, Saud al-Qahtani, beberapa jam sebelum dan setelah Khashoggi dilenyapkan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Politikus Tunisia tawarkan suaka bagi putera mahkota Saudi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bilang pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi adalah otritas tertinggi di Arab Saudi, Raja Salman atau Bin Salman.





comments powered by Disqus