kabar

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.

12 November 2018 22:03

Sebuah kelompok pembangkang Arab Saudi menamakan diri Aliansi bagi Pemerintahan Baik kemarin menyerukan agar Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz segera merebut takhta dari abangnya, Raja Salman bin Abdul Aziz.

Dalam keterangan tertulis diterima oleh situs berita Al-Khaleej Online, kelompok ini bilang Pangeran Ahmad harus memimpin Arab Saudi dalam masa transisi selama setahun hingga rakyat negara Kabah itu menentukan nasib sendiri.

"Selama empat tahun terakhir terbukti raja dan putera mahkota (Pangeran Muhammad bin Salman) tidak mampu untuk memimpin," kata blok oposisi itu. "Cara mereka memerintah mengancam kerajaan, kesakralannya, rakyatnya, dan sumber dayanya."

Aliansi ini menekankan mereka menyokong Pangeran Ahmad dengan alasan keinginan Pangeran Ahmad untuk menyelamatkan negara dan dia tidak berambisi untuk berkuasa.

Pangeran Ahmad merupakan bungsu dari tujuh bersaudara anak dari Raja Abdul Aziz dengan istri kesayangannya, Hussa as-Sudairi. Dia baru saja kembali ke Arab Saudi dari pengasingan di London sejak tahun lalu, setelah mendapat jaminan keamanan dari Amerika Serikat dan Inggris.

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, menggantikan Pangeran Muhammad bin Nayif.

Kelompok oposisi Saudi ini juga menyerukan pembebasan seluruh tahanan dan memberikan kompensasi kepada mereka. Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota, Arab saudi getol menangkapi para pembangkang, termasuk ulama, wartawan, aktivis, pengusaha, pejabat, dan pangeran.

Mereka juga menyebut pembunuhan terhadap dua wartawan, Jamal Khashoggi dan Turki bin Abdul Aziz al-Jasir, serta Syekh Sulaiman ad-Dawisy telah merusak citra Arab saudi.

Aliansi pembangkang ini juga mengkritik kebijakan Pangeran Muhammad bin Salman terlibat dalam Peang Yaman, memblokade Qatar, serta bermesraan dengan Israel.

Blok oposisi itu juga berisi enam gerakan politik dan tujuh independen.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kudeta ancam Arab Saudi

"Dalam waktu dekat kita akan menyaksikan kudeta terhadap raja dan putera mahkota," kata Pangeran Khalid.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Raja Salman bela anaknya meski tangkapi ulama

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi sudah menahan lusinan ulama, wartawan, aktivis, dan akademisi semena-mena tanpa proses peradilan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Raja Salman berencana copot anaknya dari jabatan putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, adik dari Raja Salman, merupakan pengganti cocok.





comments powered by Disqus