kabar

Bin Salman bujuk Netanyahu serbu Gaza

Anak Raja Salman ini pada September tahun lalu berkunjung ke Israel dan bertemu Netanyahu.

14 November 2018 12:20

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman berusaha membujuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buat menyerbu Jalur Gaza.

Sejumlah sumber di Arab Saudi mengungkapkan kepada Middle East Eye, bilang skenario Perang Gaza sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dunia dari kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. 

Jurnalis Saudi berumur 60 tahun itu dibunuh awal bulan lalu dalam kantor Konsulat Arab Saudi di Kota Istanbul, Turki. Mayatnya dimutilasi kemudian dihancurkan memakai cairan asam, lalu dibuang ke saluran air di kediaman konsul jenderal Saudi. 

Skenario Perang Gaza merupakan saran diberikan oleh satuan tugas kepada Bin Salman. Satuan tugas ini dibentuk untuk memperbaiki citra negara Kabah rusak akibat tewasnya Khashoggi. 

Arab Saudi mengakui pembunuhan Khashoggi memang direncanakan. Pelakunya adalah tim beranggotakan 15 personel keamanan dan intelijen Saudi, termasuk tujuh pengawal Bin Salman. 

Satuan tugas bentukan Bin Salman itu terdiri dari pejabat istana, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pertahanan. Mereka melapor kepada Bin Salman saban enam jam.

Bin Salman juga disarankan untuk menyuap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan tawaran membeli persenjataan Turki, agar tidak terlalu lantang menekan Arab Saudi buat bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi. 

Hubungan Arab Saudi dan Israel kian mesra sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni tahun lalu. Anak Raja Salman ini pada September tahun lalu berkunjung ke Israel dan bertemu Netanyahu. 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

PBB sebut ada bukti kuat putera mahkota Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

Turki bareng KOngres Amerika Serikat, dan CIA memang sudah menyatakan Bin Salman merupakan pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi pecat tiga imam masjid karena kebebasan berekspresi

Arab Saudi juga berencana memenggal kepala tiga ulama moderat sehabis Ramadan tahun ini, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.





comments powered by Disqus