kabar

Menteri pertahanan Israel mundur karena tolak gencatan senjata dengan Hamas

Bennett mengancam keluar dari pemerintahan kalau dirinya tidak menjadi pengganti Lieberman.

15 November 2018 06:05

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman kemarin mengumumkan dirinya berhenti. Dia menyatakan partainya, Yisrael Beitenu, juga keluar dari pemerintahan koalisi dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Lieberman beralasan dirinya mundur lantaran pemerintah bersedia menandatangani kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas pada Selasa lalu. Dia menilai hal itu sebagai sebuah kegagalan.

"Apa yang kita lakukan sekarang sebagai sebuah negara adalah membeli ketenangan untuk jangka pendek dengan harga kerusakan terhadap keamanan nasional buat waktu lama," kata Lieberman.

Menteri Pendidikan Naftali Bennett langsung berupaya memanfaatkan situasi. Pemimpin garis keras dari Partai Bayit Yehudi ini meminta dirinya sebagai pengganti Lieberman sebagai syarat tetap bersama koalisi pemerintah. "Tanpa jabatan itu, Bayit Yehudi tidak akan melanjutkan menjadi mitra pemerintah," ujar juru bicara partai, Shuli Mualem.

Menteri Pariwisata Yariv Levin menilai gencata senjata itu menjadi kado bagi Hamas.

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri bilang mundurnya Lieberman merupakan pengakuan kekalahan dari Israel dan sebagai tanda negara Zionis itu gagal menghadapi perlawanan bangsa Palestina. "Ini sebuah kemenangan besar bagi Hamas dan faksi-faksi lain di Gaza," ujarnya.

Gencatan senjata itu sekaligus mengakhiri pertempuran berlangsung dua hari menewaskan pula perwira militer Israel Letnan Kolonel M dan seorang komandan Brigade Izzudin al-Qassam (sayap militer Hamas) Nur Barakah.

Dokumen Mukhtalif, kelompok LGBT pertama di Arab Saudi. (Twitter)

Kelompok LGBT pertama berdiri di Arab Saudi

Mukhtalif mengklaim mendapat izin dari pemerintah Saudi pada 22 November.

Warga Arab Saudi bernama Muhammad Saud (kanan) berpose bareng Avi, satu dari dua tamunya asal Israel, menginap di rumahnya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Screencapture)

Dua warga Israel menginap di rumah warga Saudi di Riyadh

Saud termasuk dalam enam wartawan Arab diundang mengunjungi Israel selama lima hari pada Juli lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama di New York, Amerika Serikat, 28 Maret 2018. (Al-Arabiya)

Bin Salman bujuk Netanyahu serbu Gaza

Anak Raja Salman ini pada September tahun lalu berkunjung ke Israel dan bertemu Netanyahu.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman ajak negara-negara Arab terima keberadaan Israel

Ajakan ini disampaikansehari setelah lawatan Netanyahu ke Oman.





comments powered by Disqus