kabar

Semua jalan di Mesir memakai nama tokoh Al-Ikhwan al-Muslimun diganti

Ada puluhan jalan di Kairo, Qalibya, Aleksandria, Gharbiya, Daqahliya, Manufia, Bani Suaif, dan Mina memakai nama Hasan al-Banna dan Sayyif Qutb.

20 November 2018 14:27

Pemerintah Mesir mulai mengganti nama semua jalan menggunakan nama tokoh dan anggota kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun.

Setelah Presiden Muhammad Mursi dilengserkan melalui kudeta, Presiden Abdil Fattah as-Sisi pada 2013 menyatakan Al-Ikhwan sebagai organisasi teroris dan kelompok terlarang di negara Nil itu. Para pemimpin dan anggotanya ditangkapi dan dijatuhi hukuman penjara hingga vonis mati.

Pada 21 Oktober lalu, Gubernur Provinsi Minya Qasim Husain mengubah nama sebuah jalan dari pendiri Al-Ikhwan, Hasan al-Banna, menjadi nama mendiang khalifah Umar bin Khattab. Dia bilang nama seluruh jalan di Provinsi Minya bakal ditinjau ulang.

"Jalan-jalan menggunakan nama anggota Al-Ikhwan al-Muslimun bakal diganti dengan nama pahlawan, tokoh bersejarah, atau orang-orang memiliki dampak positif terhadap masyarakat," kata Qasim.

Pengacara Aiman Mahfuz sudah mengajukan gugatan pada 23 Oktober. Dia mengungkapkan ada puluhan jalan di Kairo, Qalibya, Aleksandria, Gharbiya, Daqahliya, Manufia, Bani Suaif, dan Mina memakai nama Hasan al-Banna dan Sayyif Qutb. Dia menekankan terdapat banyak jalan-jalan kecil menggunakan nama anggota Al-Ikhwan dan tidak muncul di Google Maps.

Al-Ikhwan al-Muslimun, dibentuk di Provinsi Ismaliliya pada 1928, menjadi tersohor karena kerja amal dan sosial mereka kepada masyarakat Mesir. Lantaran kian kondang, banyak jalan di daerah-daerah tertinggal memakai nama pendiri Al-Ikhwan.

"Kenyataannya jalan-jalan menggunakan nama anggota Al-Ikhwan melecehkan kebijakan negara memerangi kelompok terlarang ini," kata Mahfuz. Dia menambahkan mempertahankan nama-nama jalan menggunakan nama anggota Al-Ikhwan membikin mereka dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat.   

Pengubahan nama jalan ini dimulai di beragam provinsi dua tahun lalu. Pada Agustus 2015, pemerintah Provinsi Kairo mengganti nama Lapangan Rabiah al-Adawiyah, tempat anggota dan simpatisan Al-Ikhwan berdemonstrasi duduk pada 2013, dengan nama Jaksa Hisyam Barakat, tewas akibat konvoinya diserang tiga tahun lalu.

Anggota parlemen Muhammad Abu Hamid menekankan keputusan untuk mengubah nama-nama jalan di Mesir masuk akal karena Al-Ikhwan al-Mslimun adalah organisasi teroris. "Tidak masuk akal nama-nama anggota dan pemimpin Al-Ikhwan menjadi nama jalan di Mesir. Bagaimana bisa nama-nama teroris ini muncul sebagai nama jalan," ujarnya kepada Al-Monitor.

Menurut dia, penghapusan tokoh dan anggota Al-Ikhwan dari nama jalan adalah bagian dari upaya menumpas terorisme dan kestremisme.

Warga Mesir mengakui sulit bagi banyak orang mengenai nama-nama baru karena nama-nama lama sudah bertahan puluhan tahun. Ahmad Isam, pedagang tinggal di dekat Lapangan Hisyam Barajat, mengakui meski nama alun-alun itu sudah diubah pada 2015 tapi masyarakat masih menyebut sebagai Lapangan Rabiah al-Adawiyah.

Mantan Presiden Mesir Muhmmad Mursi. (MidEast Posts)

Pemimpin tertinggi Al-Ikhwan al-Muslimun tidur di lantai sel isolasi

Setelah kudeta militer pada Juli 2013 menumbangkan Muhammad Mursi, presiden sipil pertama terpilih lewat pemilihan umum, Badii ditahan dan Al-Ikhwan al-Muslimun dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi. (cnn.com)

Mursi: Saya akan simpan rahasia ini sampai mati

Mursi meninggal akibat serangan jantung.

Seorang pemberontak menginjak poster Qaddafi di depan gerbang Bab al-Aziziyah, kompleks kediaman pemimpin Libya Muammar Qaddafi, di Ibu Kota Tripoli pada September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Parlemen Libya tetapkan Al-Ikhwan al-Muslimun organisasi teroris

Seorang anggota Al-Ikhwan meminta intervensi militer Turki di Libya.

Syekh Yusuf al-Qaradawi. (Facebook/Yusuf al-Qaradawi)

Mesir tangkap putri dan mantu Syekh Yusuf Qaradawi

Seperti ayahnya, Ula Qaradawi dan suaminya, Husam Khalaf, dikenai tuduhan terlibat terorisme.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Anak Raja Salman buka tempat judi di Jeddah

"Banyak pangeran Saudi berperilaku bobrok," ujar mantan pengawal pribadi keluarga kerajaan Saudi. "Kegemaran mereka berpesta seks dengan pelacur, bermain judi, dan memakai narkotik." Sila baca:

19 Oktober 2019

TERSOHOR