kabar

Politikus Tunisia tawarkan suaka bagi putera mahkota Saudi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bilang pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi adalah otritas tertinggi di Arab Saudi, Raja Salman atau Bin Salman.

26 November 2018 18:30

Politikus Tunisia Riadh Chaibi memicu kontroversi setelah menawarkan suaka bagi Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman untuk tinggal di negara Arab maghribi itu.

Ketua Partai Al-Binaa al-Watani itu bilang tawaran suaka ini merupaakan balasan atas kebaikan telah dilakukan Arab Saudi. "Karena Arab Saudi telah bersedia menampung mantan Presiden Tunisia Zainal Abidin bin Ali selama bertahun-tahun," tulis Chaibi di akun Facebooknya pekan lalu.

Zainal Abidin lengser setelah demonstrasi besar-besaran meletup di Tunisia pada 2011, merupakan awal dari Revolusi Arab.

Tawaran suaka ini muncul di tengah spekulasi bakal terjadi kudeta untuk menumbangkan Raja Salman dan puttea mahkota. Sejumlah pangeran Arab senior dipimpin Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz berencana menggusur Bin Salman untuk memperbaiki citra Arab Saudi.   
 
Posisi Bin Salman kian terpojok setelah masyarakat internasional mencurigai anak dari Raja Salman bin Abdul Aziz itu terlibat dalam pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bilang pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi adalah otritas tertinggi di Arab Saudi, Raja Salman atau Bin Salman.

CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat) menyimpulkan perintah untuk melenyapkan Khashoggi berasal dari Bin Salman.

Khashoggi dibunuh awal bulan lalu di dalam kantor Konsulat Arab Saudi di Kota istanbul, Turki. Hasil investigasi kepolisian Turki menyebut pembunuhan berencana ini dilakukan oleeh tim beranggotakan 15 personel keamanan dan intelijen Saudi, termasuk tujuh pengawal Bin Salman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman utarakan niatnya bunuh Khashoggi pada 2017

Bin Salman mengungkapkan gagasannya itu kepada dua asisten kepercayaannya.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Pembangkang Arab Saudi gugat perusahaan Israel karena sadap telepon selulernya

Kementerian Pertahanan Israel menolak permintaan untuk mencabut izin NSO Group buat menjual aplikasi mata-mata itu ke pemerintah negara lain.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman pantau misi pembunuhan Khashoggi

Pangeran Muhammad bin Salman mengirim sebelas pesan kepada penasihatnya, Saud al-Qahtani, beberapa jam sebelum dan setelah Khashoggi dilenyapkan.





comments powered by Disqus