kabar

Argentina selidiki dugaan kejahatan perang anak Raja Salman dalam Perang Yaman

Save the Children mengatakan 85 ribu anak berumur di bawah lima tahun mati kelaparan di Yaman sejak 2015.

27 November 2018 22:31

Argentina telah memulai penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang dilakukan oleh Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dalam Perang Yaman.

Bin Salman meluncurkan perang atas milisi Al-Hutiyun di Yaman sejak menbajat menteri pertahanan Arab Saudi pada Maret 2015.

Investigasi itu dibuka setelah Human Rights Watch (HRW) dan seorang jaksa Argentina mengajukan gugatan terhadap Arab Saudi karena telah melanggar sejumlah hukum internasional, seperti dilansir surat kabar the New York Times.

Penyelidikan dugaan kejahatan perang ini dimulai menjelang kunjungan anak Raja Salman itu ke Argentina Jumat nanti, untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi G-20.

"Muhammad bin Salman harus mengetahui dia mungkin bakal menghadapi penyelidikan kejahatan kalau dia datang ke Argentina," kata Direktur Eksekutif HRW Kenneth Roth melalui keterangan tertulis.

Argentina mengadopsi yurisdiksi internasional terkait kejahatan perang dan kemanusiaan sejak pertengahan 2000-an. Kebijakan ini ditempuh untuk menyelesaikan kasus hilangnya puluhan ribu warga Argentina selama diktator militer berkuasa selama 1970-an hingga 1980-an.

Bergulirnya investigasi dugaan kejahatan perang dilakoni oleh anak Raja Salman bin Abdul Aziz itu muncul sepekan setelah CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat) menyimpulkan Bin Salman memerintahkan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Khashoggi tewas dibunuh awal bulan lalu dalam kantor Konsulat Arab Saudi di Kota Istanbul, Turki. Hasil investigasi Turki menyebut pembunuhan berencana itu dilakukan oleh tim beranggotakan 15 personel keamanan dan intelijen Saudi, termasuk tujuh pengawal Bin Salman.

Lusinan aktivis politik dan wartawan Tunisia kemarin turun ke jalan menolak lawatan Bin Salman ke negara Arab maghribi itu. Mereka mengecam keterlibatan Bin Salman dalam pembunuhan Khashoggi.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekitar sepuluh ribu orang terbunuh dalam Perang Yaman. Sebuah kelompok riset independen menyebut korban tewas sejak 2016 mencapai 56 ribu orang.

Rabu pekan lalu, Save the Children mengatakan 85 ribu anak berumur di bawah lima tahun mati kelaparan di Yaman sejak 2015.

Pangeran Turki bin Abdullah bin Abdul Aziz. (Flickr)

Pangeran Arab Saudi berusaha bunuh diri dalam penjara

Putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz itu termasuk dalam lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat ditangkap atas tuduhan korupsi sejak dua tahun lalu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

DPR Amerika sahkan beleid berikan sanksi terhadap Bin Salman

Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan Khashoggi tewas lewat pembunuhan berencana dan diketahui oleh Bin Salman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

PBB sebut ada bukti kuat putera mahkota Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

Turki bareng KOngres Amerika Serikat, dan CIA memang sudah menyatakan Bin Salman merupakan pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi.

Kerusakan di terminal kedatangan Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi akibat serangan roket oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman. (SPA)

Roket Al-Hutiyun hantam bandar udara di Saudi lukai 26 orang

Serangan ini mengakibatkan 26 orang luka, termasuk tiga perempuan dari Yaman, Saudi, dan India, serta dua anak Saudi.





comments powered by Disqus