kabar

Anak Raja Salman pantau misi pembunuhan Khashoggi

Pangeran Muhammad bin Salman mengirim sebelas pesan kepada penasihatnya, Saud al-Qahtani, beberapa jam sebelum dan setelah Khashoggi dilenyapkan.

02 Desember 2018 20:16

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman rupanya memantau pelaksanaan misi pembunuhan terhadap wartawan Jamal Khashoggi.

Mengutip hasil kajian CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat), surat kabar the Wall Street Journal melaporkan anak dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz itu mengirim sebelas pesan kepada penasihatnya, Saud al-Qahtani, beberapa jam sebelum dan setelah Khashoggi dilenyapkan.

Namun apa isi dari pesan antara Bin Salman dan Qahtani tidak diketahui.

Hasil kajian CIA itu menyebutkan Qahtani, mengawasi operasi pembunuhan Khashoggi dilakukan tim beranggotakan 15 orang melalui Skype, juga berkomunikasi langsung dengan Mahir Abdul Aziz Mutrib, ketua tim pembunuhan Khashoggi. "Kami mengira sangat tidak mungkin tim pembunuh...melaksanakan operasi tanpa izin dari Muhammad bin Salman."

Khashoggi dihabisi awal Oktober lalu di dalam kantor Konsulat Arab saudi di Kota istanbul, Turki. Mayatnya kemudian dimutilasi.

Keterlibatan Bin Salman menguat lantaran tujuh dari 15 anggota tim pembunuh merupakan pengawal pribadinya. Mutrib juga menghubungi Bdr as-Sakir, kepala kantor Bin Salman, untuk memberitahu misi berhasil dilaksanakan.

Riyadh mengklaim telah menangkap 21 orang dan memberhentikan lima pejabat terlibat, termasuk Saud al-Qahtani.

CIA bulan lalu menyimpulkan perintah pelenyapan Khashoggi berasal dari Bin Salman. Hasil investigasi Turki juga menyimpulkan otoritas tertinggi di Arab Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Pembangkang Arab Saudi gugat perusahaan Israel karena sadap telepon selulernya

Kementerian Pertahanan Israel menolak permintaan untuk mencabut izin NSO Group buat menjual aplikasi mata-mata itu ke pemerintah negara lain.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Politikus Tunisia tawarkan suaka bagi putera mahkota Saudi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bilang pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi adalah otritas tertinggi di Arab Saudi, Raja Salman atau Bin Salman.

Wartawan Jamal Khashoggi. (Twitter/mercan_resifi)

Kongres Amerika luncurkan investigasi kasus Khashoggi

CIA akhir pekan lalu menyimpulkan perintah pembunuhan Khashoggi berasal dari Bin Salman.





comments powered by Disqus