kabar

Pembangkang Arab Saudi gugat perusahaan Israel karena sadap telepon selulernya

Kementerian Pertahanan Israel menolak permintaan untuk mencabut izin NSO Group buat menjual aplikasi mata-mata itu ke pemerintah negara lain.

04 Desember 2018 10:02

Umar Abdul Aziz, pengkritik pemerintah dan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, menggugat perusahaan Israel - NSO Group - lantaran menyadap telepon selulernya. 

NSO Group menjual aplikasi Pegasus 3 kepada pemerintah Arab Saudi seharga US$ 55 juta sebelum Bin Salman mulai menangkapi para pembangkang pada November tahun lalu. 

Umar mengajukan gugatannya ke pengadilan di Montreal, Kanada. Di negara ini pula, warga Arab Saudi itu tinggal. Umar juga teman baik mendiang wartawan Jamal Khashoggi, dibunuh awal bulan lalu di dalam kantor Konsulat Arab Saudi di Kota Istanbul, Turki. 

Selama 2017-2018, Umar dan Khashoggi berkirim pesan WhatsApp membahas proyek untuk melengserkan Bin Salman.

NSO Group mendapat izin dari pemerintah Israel untuk menjual Pegasus 3 kepada pemerintah negara lain, termasuk negara-negara Arab Teluk. 

Riyadh dan Abu Dhabi memakai Pegasus 3 untuk melacak para pembangkang. 

Amnesty International meyakini Arab Saudi menyadap telepon seluler salah satu stafnya. 

Kementerian Pertahanan Israel menolak permintaan untuk mencabut izin NSO Group buat menjual aplikasi mata-mata itu ke pemerintah negara lain. 

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman pantau misi pembunuhan Khashoggi

Pangeran Muhammad bin Salman mengirim sebelas pesan kepada penasihatnya, Saud al-Qahtani, beberapa jam sebelum dan setelah Khashoggi dilenyapkan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Politikus Tunisia tawarkan suaka bagi putera mahkota Saudi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bilang pemberi perintah untuk menghabisi Khashoggi adalah otritas tertinggi di Arab Saudi, Raja Salman atau Bin Salman.

Wartawan Jamal Khashoggi. (Twitter/mercan_resifi)

Kongres Amerika luncurkan investigasi kasus Khashoggi

CIA akhir pekan lalu menyimpulkan perintah pembunuhan Khashoggi berasal dari Bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

09 Desember 2018

TERSOHOR