kabar

Paus Fransiskus akan kunjungi UEA pada Februari 2019

UEA bakal menjadi negara muslim ketujuh didatangi Paus Fransiskus.

06 Desember 2018 21:41

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus bakal mengunjungi Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Februari 2019.

Vatikan hari ini menyebutkan lawatan pemimpin umat Katolik sejagat itu akan berlangsung selama 3-5 Februari. Paus Fransiskus telah menerima undangan dari Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan dan komunitas kecil katolik di sana. Dia juga akan menghadiri pertemuan lintas agama di Abu Dhabi.

UEA akan menjadi negara berpenduduk mayoritas muslim ketujuh didatangi oleh Paus Fransiskus setelah Turki, Yordania, Mesir, Bangladesh, Azerbaijan, dan Palestina.

Tema dari lawatan itu adalah "Buatkan saya sebuah saluran dari perdamaian kalian." "Bagaimana semua orang dengan niat baik dapat bekerja untuk perdamaian merupakan topik utama kunjungan ini," kata juru bicara Vatikan Greg Burke.  

Melalui akun Twitternya, Syekh Muhammad bin Zayid mengaku sangat girang untuk menyambut kehadiran Paus Fransiskus di UEA. "Dia adalah simbol perdamaian, toleransi, dan promosi persaudaraan," katanya. "Kami menanti lawatan bersejarah itu untuk mengupayakan dialog bagi kehidupan damai semua orang."

Paus Fransiskus diundang untuk datang ke UEA pada pertengahan 2016. Syekh Muhammad bin Zayid mengunjungi Paus Fransiskus di Vatikan pada September 2016.

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Para senator senior Amerika yakin anak Raja Salman perintahkan habisi Khashoggi

"Kalau disidangkan, juri bisa memutuskan Bin Salman bersalah dalam 30 menit," tutur Bob Corker.

Pegasus, aplikasi telepon seluler bikinan NSO Group, perusahaan berbasis di Ibu Kota tel Aviv, Israel. (slideshare.net)

Pembangkang Arab Saudi gugat perusahaan Israel karena sadap telepon selulernya

Kementerian Pertahanan Israel menolak permintaan untuk mencabut izin NSO Group buat menjual aplikasi mata-mata itu ke pemerintah negara lain.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.

09 Desember 2018

TERSOHOR