kabar

Pejabat Yahudi ultra-ortodoks desak mal singkirkan pohon Natal

Meski Natal hari suci bagi umat Nasrani, namun bukan hari libur di Israel.

12 Desember 2018 09:41

Seorang pejabat Yahudi ultra-ortodoks mendesak manajemen sebuah pusat belanja di Israel untuk menyingkirkan pohon Natal mereka pasang. 

Avi Amsalem, Wakil Wali Kota Ashdod, menyerukan pohon Natal didirikan dalam the Big Fashion Mall dicopot. Politikus dari Partai Shas ini menyebut pemasangan pohon Natal itu sebuah hal memalukan. 

Padahal manajemen the Big Fashion Mall baru pertama memajang pohon Natal sejak pusat belanja itu beroperasi tiga tahun lalu. "Ini bertujuan menyakiti siapa saja merasa orang Yahudi," kata Amsalem melalui akun Facebooknya.

Menanggapi tuntutan itu, manajemen mal Senin lalu memasang sebuah menorah di samping pohon Natal. Pihak manajemen beralasan pemasangan pohon Natal bukan untuk mengenalkan tradisi Nasrani tapi mencoba menghidupkan atmosfer Eropa.

Sekitar 160 ribu penganut Nasrani, kebanyakan orang Palestina, hidup di Israel. Presiden dan perdana menteri Israel saban tahun mengucapkan selamat Natal. Pemerintah juga menyediakan bus gratis rute Yerusalem-Bethlehem. 

Meski Natal hari suci bagi umat Nasrani, namun bukan hari libur di Israel. 

 

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Menteri Yaqut: Belum ada kepastian soal pelaksanaan haji 2021

Gegaran pandemi Covid-19, Saudi memutuskan ibadah haji tahun lalu cuma bagi penduduk negara Kabah itu.

Dura Besar Indonesia untuk Iran Ronny Prasetyo didampingi Sekretaris Pertama KBRI Teheran Fikri Fikriansyah bertemu lima warga Indonesia bekerja sebagai awak kapal Ruby. (KBRI Teheran buat Albalad.co)

Iran bebaskan lima awak kapal asal Indonesia dari penjara

Mereka dibebaskan Desember tahun lalu karena tidak terbukti terlibat penyelundupan minyak.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam sekaligus khatib Masjid Al-Haram di Kota Makkah, ditahan oleh Arab Saudi sejak Agustus 2018. (Twitter)

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.





comments powered by Disqus