kabar

Mesir tangkap seorang pengacara karena pakai rompi kuning

Hukum berlaku di Mesir tidak bisa menangkap orang lantaran memiliki rompi kuning.

13 Desember 2018 21:30

Aparat keamanan Mesir Senin lalu menangkap pengacara hak asasi manusia bernama Muhammad Ramadan, karena berpose mengenakan rompi kuning, seperti dipakai para demonstran di Prancis sudah beberapa pekan berunjuk rasa antipemerintah.

Menurut AFTE (Perkumpulan Kebebasan Berpikir dan Berekspresi) Selasa lalu, Ramadan dibekuk beberapa hari setelah menunggah foto dirinya memakai rompi kuning di akun Facebooknya. Dia ditangkap dalam perjalanan pulang setelah menghadiri sebuah penyelidikan dengan salah satu kliennya di Aleksandria.

Muhammad Hafiz, pengacaranya, bilang kejaksaan memerintahkan Ramadan ditahan 15 hari untuk kepentingan penyelidikan. Dia dituduh memiliki lima rompi kunign dengan tujuan untuk menggelar protes antipemerintah seperti tengah berlangsung di Prancis.

Hafiz menekankan kliennya itu tidak mempunyai rompi kuning. Kalaupun memang ada, hukum berlaku di Mesir tidak bisa menangkap orang lantaran memiliki rompi kuning.

"Aparat keamanan Mesir ketakutan demonstrasi gaya Prancis abakal terjadi di Mesir," kata AFTE melalui keterangan tertulis.

Penangkapan Ramadan itu terjadi setelah pemerintah mesir membatasi penjualan rompi kuning menjelang peringatan delapan tahun revolusi - menyebabkan Presiden Husni Mubarak lengser - pada 25 januari 2019.

Nagwa Syamduddin mengecam penangkapan temannya itu. "Rezim kami ketakutan terhadap bayangan segala jenis gerakan," ujarnya. "Bahkan hanya sebuah gambar mereka kira itu bentuk hasutan."

AFTE mengungkapkan Ramadan didenda 50 ribu pound Mesir (US$ 2.800) lantaran ikut protes pada Juni 2017. Dia dibebaskan akhir tahun itu juga.

Ribuan demosntran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

Dua dan Dalal, kakak adik asal Arab Saudi kabur ke Turki. (Twitter)

Detained in Dubai upayakan dua gadis Saudi kabur dapat suaka

"Ayah saya telah mengambil paspor dan kartu identitas kami," kata Dua. "Dia sedang mencari kami sekarang. Kami dalam bahaya."

Rute perjalanan sebuah jet pribadi membawa para pejabat Uni Emirat Arab dan Israel pada 17 Januari 2019 terbang langsung dari Abu Dhabi ke Tel Aviv. (Flight Radar 24)

UEA bayar pengusaha untuk mata-matai pemerintahan Trump

Beberapa sumber mengungkapkan Rasyid berada di bawah perintah direktur badan intelijen UEA Ali asy-Syamsi.

Dua dan Dalal, kakak adik asal Arab Saudi kabur ke Turki. (Twitter)

Twitter tutup akun milik dua gadis Arab Saudi kabur ke Turki

Detained in Dubai berkampanye untuk keselamatan Dua dan Dalal.





comments powered by Disqus