kabar

Paus Fransiskus akan gelar misa di Abu Dhabi

Sekitar sejuta ekspatriat pemeluk Katolik Roma diperkirakan hadir dalam misa itu.

14 Desember 2018 09:24

Vatikan Rabu lalu melansir agenda pemimpin umat Katolik sejagat Paus Fransiskus selama lawatannya ke Uni Emirat Arab (UEA) pada 3-5 Februari tahun depan.

Pemimpin Takhta Suci Vatikan itu bakal menggelar misa di Stadion Zayed Sports City di Ibu Kota Abu Dhabi. Sekitar sejuta ekspatriat pemeluk Katolik Roma diperkirakan hadir dalam misa itu.

Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi Masjid Agung Syekh Zayid dan di sana akan bertemu Dewan Sesepuh Muslim. Dia bakal pula datang ke katedral di Abu Dhabi. Selain itu, Paus Fransiskus akan menghadiri pertemuan tokoh-tokoh lintas agama.

Paus Fransiskus melawat ke UEA atas undangan dari Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan dan gereja katolik setempat.

Syekh Muhammad bin Zayid mengunjungi Paus Fransiskus di Vatikan pada September 2016.

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Thayyib di Abu Dhabi, 4 Februari 2019. (WAM)

Putera mahkota Abu Dhabi kunjungi Indonesia pekan depan

Ini bakal menjadi kunjungan pertama putera mahkota Abu Dhabi ke Indonesia.

Presenter televisi di Uni Emirat Arab mencium dan meletakkan sandal milik Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid di atas kepalanya. (Screenshot)

Presenter televisi UEA cium sandal putera mahkota Abu Dhabi

Presenter ini kemudian meletakkan sandal itu di atas kepalanya.

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus memberkati sebuah keluarga di Katedral Santo Joseph di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 4 Februari 2019. (Vatican News)

Paus Fransiskus pimpin misa di Abu Dhabi

Dari sembilan juta penduduk UEA, sekitar satu juta merupakan penganut Katolik.

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad Thayyib di Abu Dhabi, 4 Februari 2019. (WAM)

UEA akan bangun Katedral Santo Fransiskus dan Masjid Imam Ahmad Thayyib

Kedatangan Paus Fransiskus bertepatan dengan lawatan Syekh Ahmad Thayyib.





comments powered by Disqus