kabar

Facebook hapus artikel soal gadis kelaparan di Yaman

Sejatinya, artikel ini mengecam keterlibatan Arab Saudi dan UEA karena menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.

17 Desember 2018 20:06

Para pengguna media sosial murka lantaran Facebook menghapus artikel surat kabar the New York Times soal kelaparan di Yaman akibat serangan sekaligus blokade dilakukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Alasan Facebook menghapus artikel itu lantaran ada foto gadis Yaman nyaris meninggal karena kelaparan. Sejatinya, artikel ini mengecam keterlibatan Arab Saudi dan UEA karena menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.

Ini kali kedua dalam dua bulan Facebook menghapus artikel the New York Times bercerita soal kelaparan hebat di Yaman, akibat perang telah berlangsung sejak Maret 2015 itu.

Artikel terbaru menceritakan tentang Abrar, gadis Yaman berusia 12 tahun, dalam keadaan ceking sekali lantaran menahan lapar. Dia kini tergolek lemah di salah satu rumah sakit di Kota Aden, selatan Yaman.

Seorang pengguna Facebook membagikan artikel itu di akunnya. Dalam hitungan beberapa jam saja, Facebook langsung menghapus unggahan itu. Alasannya, foto Abrar melanggar kebijakan Facebook melarang konten bugis atau seksual.

Keterlibatan Arab Saudi dalam Perang Yaman kian meluluhlantakkan negara Arab termiskin itu. Palagan di sana telah menewaskan puluhan ribu orang dan banyak pula yang mati kelaparan. Citra negara Kabah itu pun kian anjlok lantaran Perang Yaman.   

Kerusakan di terminal kedatangan Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi akibat serangan roket oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman. (SPA)

Roket Al-Hutiyun hantam bandar udara di Saudi lukai 26 orang

Serangan ini mengakibatkan 26 orang luka, termasuk tiga perempuan dari Yaman, Saudi, dan India, serta dua anak Saudi.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Hingga akhir 2019, Perang Yaman akan tewaskan 233 ribu orang

Satu anak tewas akibat perang dan dampaknya tiap sebelas menit 54 detik. Hingga akhir 2019, 140 ribu anak di Yaman akan terbunuh akibat perang dan dampaknya.

Yair Netanyahu dan pacarnya Sandra Leikanger. (dagen.no)

Facebook blokir akun anak Netanyahu karena berkomentar anti-muslim

"Semua orang Yahudi pergi (dari Israel) atau warga Palestina angkat kaki," tulis Yair. "Saya lebih suka pilihan kedua."

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Argentina selidiki dugaan kejahatan perang anak Raja Salman dalam Perang Yaman

Save the Children mengatakan 85 ribu anak berumur di bawah lima tahun mati kelaparan di Yaman sejak 2015.





comments powered by Disqus