kabar

Lempar foto Erdogan pakai pot bunga, ibu dan anaknya dipenjara 11 bulan

Gurcen marah karena konvoi kampanye AKP membunyikan musik dengan suara keras. Waktu itu ibunya sedang sakit.

19 Desember 2018 13:55

Seorang ibu dan putranya divonis penjara sebelas bulan 20 hari karena melempar foto Presiden Recep Tayyip Erdogan. Keduanya dinyatakan terbukti menghina pemimpin dari AKP (Partai Keadilan dan Pembangunan) itu, seperti dilansir situs berita Diken.

Ibu dan anak itu menyatakan tidak bersalah. Keduanya menegaskan tidak melecehkan Erdogan. 

Pelemparan pot bunga ke foto Erdogan itu terjadi pada 23 Maret 2017, ketika rombongan AKP datang ke permukiman mereka untuk berkampanye soal referendum sistem presidensial.

Kehadiran rombongan AKP itu diprotes masyarakat setempat lantaran membunyikan musik dengan suara keras ketika membagikan selebaran. 

Ayse Gul Gurcen, tinggal di lantai satu sebuah apartemen, meminta rombongan AKP mengecilkan suara musiknya. Sebab waktu itu ibunya sedang sakit.

Gurcen marah karena permintaannya diabaikan. Dia kemudian melempar sebuah pot bunga ke arah minibus bergambar Erdogan, bagian dari konvoi kampanye. Tidak ada korban luka tapi minibus itu rusak. 

Kepada hakim, Gurcen bilang dia diejek dan terganggu dengan kerasnya suara musik. 

Menurut undang-undang pidana di Turki, menghina presiden diancam hukuman penjara satu hingga empat tahun.

Selama 2010-2017, terdapat 12.893 kasus penghinaan presiden Turki, termasuk 12.305 perkara penistaan terhadap Erdogan, mulai menjabat presiden sejak 2014.

 

 

 

 

Wartawan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Twitter)

Erdogan sebut otoritas tertinggi di Arab Saudi perintahkan habisi Khashoggi

Dia tidak meyakini Raja Salman sebagai pemberi perintah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan menangi pemilihan presiden Turki

Turki beralih ke sistem presidensial.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama istri. (Hurriyet Daily News)

Erdogan menangi referendum

Hasil ini mengubah sistem pemerintahan Turki dari parlementer menjadi presidensial.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Kumis ala Erdogan populer di kalangan pejabat Turki

Para pejabat dan menteri kini ikut-ikutan berkumis.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

isis rusak gereja

Turki deportasi seorang kombatan ISIS asal Amerika

Muhammad Darwis B. tadinya terjebak di antara Turki dan Yunani karena ditolak oleh Amerika dan Yunani.

15 November 2019

TERSOHOR