kabar

Amerika dorong rakyat Saudi untuk berunjuk rasa damai minta perubahan sosial dan politik

Arab Saudi sampai sekarang masih melarang warganya berdemonstrasi.

24 Desember 2018 07:41

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, telah mengunggah sebuah rekaman video mempromosikan unjuk rasa damai meminta perubahan sosial dan politik.

Namun unggahan itu dihapus setelah sejumlah wartawan bertanya apakah Amerika mendorong rakyat Arab Saudi untuk melakoni hal serupa.

Unggahan video demonstrasi damai ini muncul beberapa bulan setelah terjadi sengketa diplomatik antara Arab saudi dan Kanada berujung pada pembekuan hubungan kedua negara. Ottawa menuntut Riyadh membebaskan semua aktivis politik.

Video dilengkapi arti dalam bahasa Arab dan diunggah Kedutaan Amerika pada Rabu pekan lalu itu bikinan Departemen Luar Negeri Amerika. Video ini mempromosikan ketidakpatuhan rakyat terhadap pemerintah tapi dilakukan tanpa kekerasan.

"Bahkan dalam kondisi di negara otoritarian dan menindas, pengunjuk rasa bisa berkampanye dengan cara damai untuk berhasil, kata pengisi suara dalam video itu.

Arab Saudi sampai sekarang masih melarang warganya berdemonstrasi.

Revital, putri dari seorang rabbi, berpose di depan altar Sinagoge Zargariyan di Ibu Kota Teheran, Iran, 2 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Korban meninggal akibat virus corona di Iran naik jadi 18 orang

Versi pemerintah hari ini naik menjadi delapan orang mengembuskan napas terakhir.

Kompleks makam Imam Ali Rida di Kota Masyhad, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kuwait akan evakuasi 700 warganya dari Iran

Penderita virus Covid-19 muncul di Kota Qom, Iran, Rabu lalu dan telah menginfeksi 28 orang, termasuk lima meninggal.

Seorang gadis di Kota Makkah bernyanyi rap di sebuah kedai kopi. Rekaman videonya menuai kritikan dan kecaman. (Screengrab)

Gadis Makkah bernyanyi rap hebohkan Arab Saudi

Banyak orang menilai rekaman video lagu rap itu menistakan status Makkah sebagai kota suci dan tidak menunjukkan kepribadian gadis Makkah.





comments powered by Disqus