kabar

Pemerintah Saudi bantu warganya kabur dari Amerika meski jadi pelaku tabrak lari

Para pejabat Amerika meyakini pemerintah Arab Saudi membantu Abdurrahman mendapatkan paspor palsu agar bisa pulang, sehingga tidak dapat diadili.

25 Desember 2018 10:55

Pemerintah Arab Saudi diduga membantu warga kabur meski menjadi pelaku tabrak lari menewaskan korban di Kota Oregon, Amerika Serikat.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika meyakini Riyadh membantu Abdurrahman Samir Nurah pulang ke negaranya tahun lalu, dua pekan sebelum dia bakal diadili atas kasus tabrak lari, seperti dilansir surat kabar the Oregonian.

Abdurrahman dituduh menjadi pelaku tabrak lari pada 2016, menewaskan gadis remaja bernama Fallon Smart. Korban meninggal di lokasi kejadian.

Konsulat Arab Saudi dilaporkan membantu pelaku membayar uang jaminan sebesar US$ 10 ribu agar dibebaskan dari tahanan. Total uang jaminan harus dibayar Abdurrahman sejatinya US$ 1 juta, namun bisa dibayar sepuluh persen untuk dibebaskan dari tahanan.

Para pejabat Amerika meyakini pemerintah Arab Saudi membantu Abdurrahman mendapatkan paspor palsu agar bisa pulang, sehingga tidak dapat diadili.

Riyadh menjelaskan kepada Departemen Keamanan Dalam negeri Amerika kalau Abdurrahman sudah kembali ke Saudi pada Juni 2017, tapi tidak mengungkapkan bagaimana dia bisa kabur.

Pejabat federal percaya pelaku membuka gelang kaki pengawas dipasang polisi sebelum kabur dari Amerika.

Juri mendakwa pelaku dengan pembunuhan tingkat pertama. Dia diancam hukuman penjara lebih dari sepuluh tahun.

Pemerintah Arab Saudi sudah biasa ikut campur agar warganya bisa kabur dari hukuman ketika tersangkut masalah di Amerika.

Abdurrahman, tinggal di Kota Jeddah, melanjutkan kuliah di Portland sejak 2014. Dia mendapat beasiswa dari pemerintah Arab saudi sebesar US$ 2 ribu saban bulan.

Revital, putri dari seorang rabbi, berpose di depan altar Sinagoge Zargariyan di Ibu Kota Teheran, Iran, 2 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Korban meninggal akibat virus corona di Iran naik jadi 18 orang

Versi pemerintah hari ini naik menjadi delapan orang mengembuskan napas terakhir.

Kompleks makam Imam Ali Rida di Kota Masyhad, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kuwait akan evakuasi 700 warganya dari Iran

Penderita virus Covid-19 muncul di Kota Qom, Iran, Rabu lalu dan telah menginfeksi 28 orang, termasuk lima meninggal.

Seorang gadis di Kota Makkah bernyanyi rap di sebuah kedai kopi. Rekaman videonya menuai kritikan dan kecaman. (Screengrab)

Gadis Makkah bernyanyi rap hebohkan Arab Saudi

Banyak orang menilai rekaman video lagu rap itu menistakan status Makkah sebagai kota suci dan tidak menunjukkan kepribadian gadis Makkah.





comments powered by Disqus