kabar

Arab Saudi tangkap lagi Pangeran Khalid bin Talal

Dia baru dibebaskan awal bulan lalu.

28 Desember 2018 01:10

Arab Saudi kembali menangkap Pangeran Khalid bin Talal. Penangkapan itu terjadi tidak sampai sepekan setelah ayahnya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz, wafat.

"Pangeran Khalid bin Talal dibekuk kemarin pagi," kata sumber Albalad.co dalam lingkunganĀ  istana. Namun dia tidak mengetahui alasan penangkapan adik dari Pangeran Al-Walid bin Talal itu.

Pangeran Khalid baru dibebaskan awal bulan lalu setelah ditahan sejak Desember tahun lalu bareng lusinan pangeran, konglomerat, dan pejabat di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh atas tudingan korupsi.

Berbeda dengan abangnya, Pangeran Khalid menolak berkompromi dan tidak mau menyerahkan sebagian hartanya sebagai syarat pembebasan.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi pecat tiga imam masjid karena kebebasan berekspresi

Arab Saudi juga berencana memenggal kepala tiga ulama moderat sehabis Ramadan tahun ini, yakni Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari.

Kiri ke kanan: Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari. (Twitter)

Arab Saudi akan eksekusi mati tiga ulama sehabis Ramadan

"Arab Saudi tidak akan menunggu sampai vonis mati dikeluarkan untuk mengeksekusi mereka," kata seorang sumber.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi incar aktivis prodemokrasi di Norwegia untuk dibunuh

Baghdadi bilang polisi Norwegia datang ke rumahnya pada 25 April dan membawa dia lokasi aman dan dirahasiakan.





comments powered by Disqus