kabar

Kemenangan Netanyahu atas para pemimpin negara muslim

Bahkan kini banyak negara muslim mulai bersahabat dengan Israel, baik terang-terangan atau rahasia.

31 Desember 2018 01:57

2018 menjadi tahun kemenangan bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas 57 negara berpenduduk mayoritas muslim, tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Di tahun inilah - meski dibekap beragam kasus dugaan rasuah - pemimpin dari Partai Likud itu menggenggam prestasi mengagumkan dalam politik luar negerinya.

Di tahun ini, untuk pertama kali Amerika Serikat memberikan pengakuan riil di lapangan terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dengan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke kota suci bagi tiga agama itu. Sejatinya, pemindahan Kedutaan Amerika ini adalah pelaksanaan atas Jerusalem Embassy Act, ditandatangani Presiden Bill Clinton pada 1995, namun implementasinya selalau diundur dengan alasan terlalu sensitif dan berisiko.

Tapi Presiden Amerika Donald Trump berani melakukan terobosan. Dimulai dengan pidato pengakuan atas Yerusalem ibu kota Israel di awal Desember tahun lalu, disusul dengan peresmian kedutaan di sana pada 14 Mei, bertepatan dengan ulang tahun ke-70 berdirinya negara Zionis itu.

Deklarasi Trump itu disambut kecaman para pemimpin negara muslim dan demonstrasi. Tapi ini reaksi lazim, sehabis itu segalanya berjalan seperti biasa hingga akhirnya Kedutaan Amerika itu benar-benar dibuka di Yerusalem.

Dalam sambutannya di acara itu, Netanyahu bilang pembukaan Kedutaan Amerika di Yerusalem merupakan sebuah sejarah. "Trump, dengan mengakui sejarah, Anda telah membuat sejarah," katanya.

Netanyahu mengklaim perdamaian antara Palestina dan Israel cuma bisa diwujudkan berdasarkan kebenaran. "Kebenaran itu adalah Yerusalem selalu dan bakal selalu menjadi ibu kota bangsa Yahudi, negara Yahudi," ujarnya.

Netanyahu dan istri, Sara, hadir bersama sekitar 800 tamu dalam pembukaan Kedutaan Amerika itu. Keduanya duduk di samping penasihat Gedung Putih Jared Kushner dan istri, Ivanka Trump.

Dalam pidatonya disiarkan melalui satelit, Trump menyebut rencana pemindahan kedutaan butuh waktu lama untuk terwujud. "Sebagai negara berdaulat, Israel berhak untuk menentukan lokasi ibu kotanya," tuturnya.

Guatemala menyusul jejak Amerika dua hari kemudian. Paraguay tadinya memindahkan kedutaannya ke Yerusalem akhirnya membatalkan.

Bahkan kini banyak negara muslim mulai bersahabat dengan Israel, baik terang-terangan atau rahasia. Sebagai bukti, Netanyahu pada 26 Oktober lalu mengunjungi Muskat dan bertemu pemimpin Oman, Sultan Qabus bin Said. Presiden Chad juga berkunjung ke Israel  

Trump dan Netanyahu sama-sama menciptakan sejarah, sebaliknya para pemimpin negara muslim telah menjadi pecundang.     

Putera Mahkkota Bahrain Syekh Salman bin Hamad al-Khalifah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk datang berkunjung ke negara Arab Teluk itu. Undangan itu dia sampaikan saat berbicara dengan Netanyahu lewat telepon pada 23 November 2020. (crownprince.bh)

Netanyahu segera melawat ke Bahrain

Kalau Netanyahu jadi berkunjung ke Bahrain, maka itu menjadi negara Arab Teluk ketiga dia datangi setelah Oman pada Oktober 2018 dan Arab Saudi di bulan ini.

Jet pribadi mengangkut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, untuk mengadakan pertemuan dengan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pada 22 November 2020. (Twitter)

Netanyahu terbang ke Arab Saudi temui Bin Salman

Pertemuan kemarin menjadi yang ketiga antara Bin Salman dan Netanyahu setelah 2017 dan 2018. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu akan bertemu menteri luar negeri Bahrain di Yerusalem

Kedua negara diperkirakan akan menandatangani perjanjian mengenai penerbangan sipil dan pembukaan kedutaan besar masing-masing negara.

Duta Besar Amerika buat Israel David Friedman, utusan khusus Amerika bagi Timur Tengah Jason Greenblatt ikut merobohkan tembok saat peresmian terorongan menuju kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, 30 Juni 2019. (Facebook/Screen capture)

Dominika berencana pindahkan kedutaannya ke Yerusalem

Rencana itu menindaklanjuti permintaan komunitas Yahudi setempat. 





comments powered by Disqus