kabar

Dua keluarga supertajir asal Arab Saudi beli kewarganegaraan Malta

Malta meluncurkan program menjual kewarganegaraan sejak 2013.

01 Januari 2019 15:07

Sebanyak 62 orang dari keluarga supertajir di Arab Saudi pada 2017 membeli kewarganegaraan Malta dengan membayar seharga jutaan dolar Amerika Serikat, seperti dilansir the Times of Malta.

Mereka berasal dari keluarga Al-Muhaidib dan Al-Agil. Mereka menjadi warga negara malta sejak 2017 meski sebagian besar dari 62 orang ini sangat jarang atau bahkan tidak pernah menginjakkan kaki di Malta.

Malta meluncurkan program menjual kewarganegaraan sejak 2013.

Untuk memperoleh paspor Malta, warga negara asing mesti membayar US$ 743 ribu ke dana program pembangunan nasional dan menginvestasikan fulus US$ 170 ribu di obligasi dan saham pemerintah. Selain itu, mereka juga harus mempunyai properti senilai paling sedikit US$ 400 ribu.

Pemegang paspor Malta juga boleh pelesiran ke Eropa dengan bebas lantaran otomatis juga mendapat kewarganegaraan Eropa.

Dibangun pada 1946, Al-Muhaidib Group memiliki bisnis di sektor konstruksi dan bahan pangan, dipimpin oleh Sulaiman al-Muhaidib. Lelaki berharta US$ 3,4 miliar versi majalah Forbes ini memperoleh paspor Malta bareng 34 bareng 34 saudara kandung dan anggota kerabat lainnya.

Sedangkan klan Al-Agil, pemilik Jarir Group dan berharta US$ 1,7 miliar, membeli 27 paspor Malta.

The jarir Group, juga tercatat di Bursa Saham Arab Saudi (Tadawul), dikendalikan oleh lima saudara sedarah, Muhammad, Abdul Karim, Abdussalam, Abdullah, dan Nasir. Mereka juga mendapat paspor Malta.

Pemerintah Malta selalu menolak permintaan untuk melansir nama-nama warga asing memperoleh kewarganegaraan dengan cara membeli. Malta saban tahun merilis siapa saja warga asing mendapat paspor Malta melalui proses hukum panjang, namun hanya ditulis nama depannya saja sesuai abjad.

Sebanyak 60 mahasiswa Indonesia tengah belajar pertanian di Israel pada 2 Maret 2021 telah mendapat suntikan dosis kedua vaksin Covid-19. (Albalad.co)

60 mahasiswa Indonesia di Israel telah disuntik dosis kedua vaksin Covid-19

Diperkirakan 75 persen dari sekitar sembilan juta penduduk Israel sudah divaksinasi Covid-19 akhir bulan ini.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Biden siap wujudkan hubungan diplomatik Saudi dan Israel

Pada November tahun lalu, Netanyahu terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, dan mengadakan pertemuan dengan Bin Salman. Itu menjadi pertemuan ketiga mereka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.

Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Israel Muhammad al- Khaja menyerahkan surat tugasnya kepada Presiden Israel Reuven Rivlin di Yerusalem, 1 Maret 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Duta besar UEA buat Israel serahkan surat tugas kepada Presiden Rivlin

Selain bertemu para pejabat senior Israel, kunjungan Al-Khaja untuk mencari lokasi bagi kantor Kedutaan Besar UEA dan rumah dinasnya di Tel Aviv.





comments powered by Disqus