kabar

UNHCR beri perlindungan bagi gadis Saudi ingin mencari suaka

Dia mengaku tadinya sangat ketakutan lantaran ayahnya, merupakan pejabat Arab Saudi, sudah tiba di Bangkok.

08 Januari 2019 00:29

UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi) berjanji memberikan perlindungan bagi Rahaf Muhammad al-Qunun agar tidak dideportasi ke Arab Saudi.

Rahaf mengumumkan hal melalui akun Twitternya tiga jam lalu. Dia mengaku tadinya sangat ketakutan lantaran ayahnya, merupakan pejabat Arab Saudi, sudah tiba di Bangkok.

"Tapi setidaknya saya aman sekarang di bawah perlindungan UNHCR dengan persetujuan pemerintah Thailand," kata Rahaf. Dia juga sudah mendapatkan kembali paspornya.

Dia berharap segera mendapat suaka di negara lain.

Rahaf, 18 tahun, mendapat perhatian dunia setelah kabur dari keluarganya. Dia terbang dari Kuwait ke Bangkok Sabtu pekan lalu, dengan tujuan mencari suaka ke Australia.

Namun perjalanannya terhambat di Bangkok. Dia diminta untuk kembali ke Kuwait dan bakal dijemput orang tuanya di sana. Namun Rahaf menolak karena takut dibunuh. Sebab dia sudah murtad.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Perempuan Saudi dilarang bekerja karena bercadar

Bin Salman membolehkan kaum hawa di negara Kabah itu tidak berabaya di tempat umum.

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Saudi izinkan perempuan jadi tentara

Perempuan Saudi kini boleh masuk angkatan bersenjata dan menjadi prajurit, kopral, atau sersan.

Perempuan Arab Saudi pada 1970-an. (Arab News)

Sebelum terjadi penyerbuan Masjid Al-Haram pada 1979, perempuan Saudi tidak wajib berabaya dan berjilbab

"Kami bisa mengenakan baju sepinggang dipadu rok bermacam warna," kenang Manal Aqil.

Masyail al-Jalud, perempuan Arab Saudi berumur 33 tahun, pelesiran ke mal di Kota Jeddah mengenakan blus dan rok pada September 2019. (Twitter)

Tolak berabaya, perempuan Saudi pelesiran ke mal pakai blus dan rok

Bin Salman menyebut Islam tidak mewajibkan perempuan berabaya dan berjilbab serba hitam.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

isis rusak gereja

Turki deportasi seorang kombatan ISIS asal Amerika

Muhammad Darwis B. tadinya terjebak di antara Turki dan Yunani karena ditolak oleh Amerika dan Yunani.

15 November 2019

TERSOHOR