kabar

Lima pangeran Arab Saudi masih dilarang ke luar negeri

Bin Salman masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya.

17 Januari 2019 12:10

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman masih melarang lima pangeran pergi ke luar negeri. 

Menurut sumber Albalad.co dalam lingkungan istana mengungkapkan kelima pangeran itu tahun lalu dibebaskan dari tahanan atas tuduhan korupsi setelah ditangkap sejak 2017.

Mereka adalah Chairman Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal bersama adiknya Pangeran Khalid bin Talal, mantan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif, bekas komandan Garda Nasional Pangeran Mutaib bin Abdullah, dan Pangeran Abdul Aziz bin Fahad. 

Sumber itu menambahkan Bin Salman juga telah menangkap saudara sedarah, Pangeran Banda bin Salman. Dia juga masih menyekap ibunya, Fahda al-Hathlin, dalam penjara bawah tanah di istana milik abangnya, Pangeran Sultan bin Salman, di Abha. 

 

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid yakin anak Raja Salman tidak terlibat pembunuhan Khashoggi

Pangeran Al-Walid dibebaskan dari tahanan akhir Januari tahun ini setelah bersedia menyerahkan sebagian hartanya.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Arab Saudi bebaskan Pangeran Al-Walid dari tahanan

Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan Pangeran Al-Walid, 62 tahun, tiba di kediamannya di Riyadh kemarin pukul sebelas waktu setempat.

Infografis hasil pemberantasan korupsi dilakukan Arab Saudi sejak awal November 2017. (Saudi Gazette)

Arab Saudi segera adili 95 pangeran dan konglomerat terlibat korupsi

Belum diketahui apakah mereka akan diadili termasuk pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dan Chairman Saudi Binladin Group Bakar Bin Ladin.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid bin Talal masih rundingkan harga pembebasannya

Arab Saudi akan mengupayakan ekstradisi atas para tersangka korupsi tinggal di luar negeri.





comments powered by Disqus